BeritaPedia.news, OKU Timur — Jajaran Polsek Madang Suku I terus mengintensifkan langkah pencegahan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah proaktif ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kerusakan lingkungan serta dampak buruk pencemaran udara.
Upaya mitigasi tersebut digencarkan langsung menyasar masyarakat di wilayah hukum setempat.
Kegiatan mitigasi karhutla tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026).
Petugas mulai bergerak melaksanakan penyuluhan sejak pukul 10.30 WIB pagi.
Penerjunan personel di lapangan dipimpin langsung oleh aparat kepolisian sektor setempat.
Kapolres OKU Timur melalui Kapolsek Madang Suku I, IPTU Dodi Mardani, S.H., M.M., C.P.M., menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini terhadap karhutla.
Pihaknya menerjunkan personel untuk turun langsung memberikan pemahaman kepada warga.
“Personel kami secara aktif melaksanakan mitigasi karhutla melalui sosialisasi dan penyebaran maklumat larangan pembakaran lahan kepada masyarakat,” ujar IPTU Dodi Mardani.
Pelaksanaan giat mitigasi di lapangan melibatkan dua personel berpengalaman.
Tim tersebut terdiri dari Aiptu Triyono bersama Briptu Dwi Widiyanto.
Keduanya bergerak aktif menyambangi sejumlah titik strategis di tengah pemukiman warga.
Rangkaian kegiatan mitigasi karhutla diisi dengan berbagai langkah persuasif di lapangan.
Aiptu Triyono melaksanakan kegiatan sosialisasi serta pembagian Maklumat Karhutla di Desa Jatisari, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur.
Selain itu, ia juga melanjutkan imbauan serupa kepada warga yang beraktivitas di sepanjang jalan Desa Rasuan.
Di lokasi berbeda, Briptu Dwi Widiyanto turut memperluas jangkauan sosialisasi pencegahan.
Ia menyampaikan imbauan langsung pencegahan karhutla kepada masyarakat di wilayah Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I.
Petugas berdialog secara persuasif dengan warga guna membangun kesadaran kolektif.
Pelaksanaan kegiatan mitigasi ini memiliki tujuan strategis bagi kesehatan dan keselamatan publik.
Salah satu sasaran utamanya adalah mengurangi dampak polusi udara yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengurangi dampak polusi udara bagi masyarakat luas yang ditimbulkan akibat pembakaran lahan dan hutan,” jelas IPTU Dodi Mardani.
Selain aspek lingkungan, petugas juga fokus meningkatkan pemahaman masyarakat secara preventif.
Edukasi yang diberikan diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi risiko bencana.
“Memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko akibat bencana kebakaran,” tambahnya.
Melalui pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman.
“Sehingga masyarakat dapat bekerja dengan aman dan nyaman tanpa dihantui ancaman karhutla,” lanjutnya.
Bentuk konkret dari kegiatan mitigasi ini direalisasikan melalui pemasangan spanduk imbauan di titik strategis.
Petugas juga membagikan lembaran sosialisasi serta membacakan isi Maklumat Kapolda terkait larangan pembakaran lahan dan hutan.
Seluruh rangkaian kegiatan mitigasi karhutla berlangsung dalam situasi yang aman, lancar, dan kondusif.
Warga menyambut baik kehadiran petugas serta kooperatif menerima imbauan yang disampaikan.
Kapolsek Madang Suku I memastikan bahwa pengawasan dan patroli pencegahan karhutla akan terus digalakkan secara berkala.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten OKU Timur.
“Kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan, dan situasi di lapangan terpantau aman serta kondusif,” pungkasnya. (Gie)













