BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat jajaran Polres OKU Timur bersama masyarakat. Edukasi mengenai bahaya dan pencegahan karhutla kali ini menyasar warga Desa Rasuan Darat dan Desa Jatisari, Kecamatan Madang Suku I, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Mahasiswa STIK IPTU Maulana S.Tr.K dan Siswa SIP IPDA M. Lubis, didampingi Kasat Binmas Polres OKU Timur AKP Erwansyah serta personel Polsek Madang Suku I.
Setibanya di Mapolsek Madang Suku I sekitar pukul 09.42 WIB, rombongan diterima Kanit Samapta IPTU A. Sugeng Bintoro yang mewakili Kapolsek Madang Suku I IPTU Dodi Mardani, S.H., M.M., C.P.M., bersama para kanit dan Bhabinkamtibmas.
Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan kemudian bergerak menuju Desa Rasuan Darat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Rasuan Darat Kusyati beserta perangkat desa, Kanit Binmas Aipda Arif Budiman, Bhabinkamtibmas Aipda Maulana, personel Polsek Madang Suku I serta warga setempat.
Kepala Desa Rasuan Darat, Kusyati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi tersebut. Ia mengatakan selama ini pemerintah desa bersama unsur terkait telah berupaya melakukan penanganan apabila ditemukan titik api.
“Penanganan kebakaran selama ini kami lakukan secara sinergis bersama Forkopimcam, TNI-Polri, BPBD dan Masyarakat Peduli Api. Ketika ada informasi titik api, kami bersama-sama menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dengan kemampuan dan peralatan yang ada,” ujar Kusyati.
Sementara itu, Kanit Samapta Polsek Madang Suku I IPTU A. Sugeng Bintoro yang mewakili Kapolsek menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah ikut berperan dalam mencegah dan menangani karhutla.
“Kami mengapresiasi perangkat desa dan seluruh warga yang selama ini telah bersinergi dalam memadamkan api apabila muncul titik hotspot. Semangat dan kepedulian masyarakat sangat membantu dalam menekan potensi karhutla di wilayah ini,” katanya.
Kasat Binmas Polres OKU Timur AKP Erwansyah mengatakan kedatangan Mahasiswa STIK dan Siswa SIP merupakan bagian dari kegiatan edukasi sekaligus penelitian mengenai karhutla.
“Kami mendampingi Mahasiswa STIK dan Siswa SIP dengan tujuan memberikan edukasi sekaligus menyerap informasi dari masyarakat. Kami berharap warga dapat menyampaikan berbagai masukan, keluhan maupun kondisi di lapangan yang nantinya dapat menjadi bahan untuk disampaikan kepada pimpinan,” jelas Erwansyah.
Dalam penyampaiannya, IPTU Maulana S.Tr.K mengingatkan masyarakat mengenai dampak karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan. Asap akibat kebakaran dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan memiliki konsekuensi hukum yang berat.
“Karhutla saat ini sudah menjadi isu nasional. Karena itu, kita harus semakin sadar terhadap bahayanya. Dampak asap dari karhutla dapat mengganggu kesehatan, terutama pernapasan, sehingga pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” kata Maulana.
Ia mengajak masyarakat agar proaktif apabila menemukan adanya api di lahan.
“Kalau melihat ada api di lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas. Mari kita saling menjaga dan saling mengingatkan agar kebakaran dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.
Selain edukasi, kegiatan di Desa Rasuan Darat juga diisi diskusi dan tanya jawab bersama warga. Dalam sesi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung penanganan karhutla, di antaranya bantuan sumur bor dan pompa air di sekitar lokasi lahan agar ketersediaan air untuk pemadaman dapat lebih mudah diperoleh apabila terjadi kebakaran.
Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan stiker imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara door to door di sejumlah tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.
Sekitar pukul 11.15 WIB, kegiatan di Desa Rasuan Darat selesai dalam keadaan aman dan kondusif. Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan serupa ke Desa Jatisari.
Di Desa Jatisari, kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Samsyi Aladin beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas Aipda Saleh, Kanit Binmas Aipda Arif Budiman, anggota Senkom Desa Jatisari, personel Polsek Madang Suku I serta masyarakat peserta edukasi.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU A. Sugeng Bintoro kembali mengapresiasi sinergitas masyarakat Desa Jatisari bersama unsur terkait dalam upaya penanganan karhutla.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan anggota Senkom Desa Jatisari yang selama ini telah bersinergi dalam penanganan apabila muncul titik api. Kami berharap sinergitas ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
IPTU Maulana juga mengajak anggota Senkom dan masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla.
“Mitra Polri seperti Senkom diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan karhutla. Jangan menunggu reaktif, tetapi harus proaktif. Jangan sampai desa kita menjadi penyumbang asap yang kemudian berdampak kepada masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Ia turut mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di dekat lahan kering.
“Jangan bosan untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya karhutla. Hindari membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membakar sampah di dekat lahan yang kering,” pesannya.
Kegiatan edukasi di Desa Jatisari kembali diisi dengan diskusi dan tanya jawab bersama masyarakat, kemudian dilanjutkan pemasangan stiker imbauan pencegahan karhutla secara door to door.
Sekitar pukul 13.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan edukasi karhutla di Desa Jatisari selesai. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, lancar dan kondusif.
Kapolsek Madang Suku I IPTU Dodi Mardani, S.H., M.M., C.P.M., melalui perwakilannya menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah desa hingga masyarakat.
“Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.
Kegiatan di dua desa tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Madang Suku I.














