Example 728x250
Berita

Mahasiswa KKN UNUHA Kembangkan Budidaya Lele Metode BLIBIS, Perkuat Ketahanan Pangan Desa Cahya Maju

8
×

Mahasiswa KKN UNUHA Kembangkan Budidaya Lele Metode BLIBIS, Perkuat Ketahanan Pangan Desa Cahya Maju

Share this article

BeritaPedia.news, OGAN KOMERING ILIR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Huda (UNUHA) bersama masyarakat Desa Cahya Maju terus mendorong pengembangan potensi perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui program bertajuk “Penerapan Budidaya Ikan Lele Menggunakan Metode BLIBIS untuk Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan Masyarakat”, mahasiswa KKN UNUHA memberikan pendampingan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan budidaya ikan lele yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Desa Cahya Maju memiliki potensi sumber daya yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain memiliki lahan persawahan sekitar 485 hektare, desa tersebut juga telah memperoleh bantuan sarana budidaya ikan lele dan patin.

Potensi tersebut didukung dengan keberadaan kelompok tani, Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), BUMDes serta masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan memiliki ketertarikan untuk mengembangkan sektor perikanan.

Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya ikan yang efektif dan berkelanjutan.

Sejumlah pembudidaya sebelumnya bahkan menghentikan aktivitas budidaya karena menghadapi berbagai persoalan, termasuk kondisi ikan yang mengalami luka pada sirip hingga gejala mata merah.

Ketua KKN 01 Cahya Maju, Noval Rahmadani, mengatakan program tersebut lahir dari hasil pengamatan terhadap potensi dan kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan.

“Desa Cahya Maju sebenarnya memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian dan perikanan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar dapat dikelola secara maksimal,” ujar Noval Rahmadani.

Menurutnya, metode BLIBIS diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan yang dapat membantu masyarakat memahami proses budidaya ikan secara lebih terarah.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin memberikan teori, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki pemahaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan budidaya sehari-hari,” katanya.

Program tersebut menyasar Pokdakan, kelompok tani, BUMDes serta masyarakat Desa Cahya Maju yang memiliki minat terhadap pengembangan sektor perikanan.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan kolam, pemeliharaan ikan, menjaga kondisi lingkungan budidaya hingga mengenali berbagai gejala permasalahan kesehatan ikan.

Kepala Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas, S.H, menyambut positif program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNUHA tersebut.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UNUHA. Program ini memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang ingin mengembangkan budidaya ikan lele,” ujar Zaifikri.

Menurutnya, keberadaan sarana budidaya yang telah tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan tidak berhenti setelah program KKN selesai. Masyarakat diharapkan dapat terus menerapkan pengetahuan tersebut sehingga budidaya ikan dapat berkembang dan memberikan nilai ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Brigade Ketahanan Pangan Desa Cahya Maju, Gunawan, mengatakan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola budidaya ikan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat program ketahanan pangan.

“Budidaya ikan lele memiliki peluang yang cukup baik untuk dikembangkan. Namun, masyarakat memang perlu memahami cara pemeliharaan yang benar, terutama dalam menjaga kondisi kolam dan kesehatan ikan,” katanya.

Ia berharap metode yang diperkenalkan mahasiswa KKN dapat membantu pembudidaya mengatasi berbagai kendala yang selama ini menyebabkan sebagian kegiatan budidaya tidak berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih percaya diri untuk kembali mengembangkan budidaya lele. Ketika kendala teknis dapat dipahami dan ditangani dengan baik, peluang keberhasilan tentu akan semakin besar,” ujar Gunawan.

Hal senada disampaikan salah seorang masyarakat sekaligus petani Desa Cahya Maju, Adib, yang menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat.

“Selama ini kami memang menghadapi beberapa kendala dalam budidaya ikan, terutama ketika ikan mengalami masalah kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, kami mendapatkan tambahan pengetahuan tentang bagaimana melakukan pemeliharaan dan memperhatikan kondisi ikan,” ungkap Adib.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin memiliki kemampuan untuk mengembangkan sektor perikanan secara mandiri.

Melalui program penerapan metode BLIBIS tersebut, mahasiswa KKN UNUHA bersama masyarakat berupaya mendorong perubahan dari sekadar memiliki potensi menjadi mampu mengelola potensi tersebut secara produktif.

Budidaya lele diharapkan tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang usaha dan sumber tambahan pendapatan keluarga.

Kolaborasi antara Pokdakan, kelompok tani, BUMDes, pemerintah desa, masyarakat serta mahasiswa KKN juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perikanan desa yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia serta meningkatkan pengetahuan masyarakat, Desa Cahya Maju diharapkan mampu menjadikan sektor budidaya ikan sebagai salah satu kekuatan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dari potensi kolam yang sederhana, upaya membangun ketahanan pangan dapat dimulai. Dengan pengetahuan, keterampilan dan kolaborasi yang terus berkembang, potensi desa diharapkan mampu tumbuh menjadi sumber produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights