Example 728x250
Berita

Produksi Duku Komering Menurun Tajam, Petani Rasuan Soroti Cuaca dan Perubahan Lingkungan

201
×

Produksi Duku Komering Menurun Tajam, Petani Rasuan Soroti Cuaca dan Perubahan Lingkungan

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Kondisi kebun duku di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, tengah mengalami penurunan produktivitas yang signifikan.

Sejak tahun 2025, mayoritas pohon duku yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama warga tidak lagi menghasilkan buah.

Situasi tersebut terjadi hampir di seluruh kebun milik masyarakat, sehingga memunculkan keresahan sekaligus mendorong sebagian petani untuk mencari alternatif mata pencaharian lain.

Riduan, petani duku setempat, mengungkapkan bahwa kebunnya terakhir kali menghasilkan panen normal sekitar dua tahun lalu.


“Sekitar dua tahun yang lalu masih panen seperti biasa, tapi sekarang sudah tidak berbuah lagi,” ujarnya saat ditemui pada Senin (13/4/2026).

Menurut Riduan, kondisi tanaman sebenarnya tidak menunjukkan gejala kerusakan. Pohon masih tampak sehat, dengan daun dan batang yang normal serta minim gangguan hama.

“Perawatan tetap kami lakukan seperti biasa, mulai dari membersihkan area kebun sampai pengasapan untuk mengusir hama. Tapi memang sekarang tidak ada hama yang berarti,” jelasnya.

Ia menduga, perubahan pola cuaca menjadi penyebab utama tidak munculnya bunga dan buah pada tanaman duku. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi iklim dirasakan semakin tidak menentu.

“Kadang hujan terus, lalu tiba-tiba panas panjang. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi proses pembungaan,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Indra, pemilik kebun lainnya. Ia menilai bahwa selain faktor cuaca, perubahan lingkungan akibat aktivitas pembukaan lahan juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman.

“Di sekitar sini banyak pembukaan lahan untuk sawah dan penebangan pohon. Bisa jadi itu ikut memengaruhi kondisi kebun duku,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pohon duku di wilayah tersebut berasal dari biji, bukan hasil perbanyakan vegetatif seperti sambung atau okulasi.

Usia tanaman pun beragam, dari yang baru mulai produktif hingga yang sudah berumur puluhan tahun.

“Kondisi tanah biasanya lembab, tapi saat musim kemarau bisa sangat kering,” tambahnya.

Tidak berbuahnya duku dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

Komoditas yang sebelumnya menjadi andalan kini tidak lagi memberikan hasil, sehingga petani mulai beralih ke sektor lain, terutama pertanian padi.

“Penghasilan jelas menurun. Sekarang banyak yang mulai fokus ke sawah untuk mencukupi kebutuhan,” ungkap Indra.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk melakukan penelitian serta memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Mereka ingin mengetahui penyebab pasti agar keberlangsungan produksi duku Komering dapat dipertahankan.

“Harapannya ada solusi yang bisa membantu kami, karena hampir semua kebun mengalami hal yang sama,” tutupnya.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa perubahan iklim dan lingkungan memiliki dampak besar terhadap sektor pertanian.

Tanpa upaya penanganan yang serius, keberadaan duku Komering sebagai komoditas khas daerah dikhawatirkan akan terus menurun. (Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights