BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Peluncuran Institut Bina Marta (IBM) di Desa Kotabaru Selatan, Martapura, Sabtu (17/10/2026), tidak hanya menjadi momentum berdirinya perguruan tinggi baru, tapi juga ajang membedah arah ekonomi OKU Timur.
Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Kinerja Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Pendidikan, Dr. Drs. Suwardi, M.Si., secara gamblang menyebut industri kelapa sawit dan hilirisasinya sebagai kunci kesejahteraan masyarakat ke depan.
Pandangan itu disampaikan Suwardi saat menjadi pembicara kuliah umum dalam rangka launching IBM, di hadapan sivitas akademika, Yayasan Bina Marta, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, dan Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc.
Suwardi menegaskan, potensi pertanian pangan di OKU Timur sudah kuat, namun sektor sawit belum digarap maksimal dari sisi industri pengolahan.
“Saya pribadi berpandangan, untuk menyejahterakan masyarakat ke depan justru ada di sawit. Tugas para pemangku kepentingan, Bupati OKU Timur dan Pemprov, adalah menyiapkan dan menarik investasi industri di sektor sawit dan industri turunannya,” tegas Suwardi.
Menurutnya, jika hilirisasi sawit bisa diwujudkan, Sumatera Selatan akan naik kelas.
“Produksi sawitnya luar biasa. Kalau industri pengolahannya hadir, Sumsel akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperhitungkan,” ujarnya.
Suwardi juga menaruh harapan besar agar IBM tumbuh menjadi perguruan tinggi swasta bereputasi internasional, yang risetnya nyambung dengan kebutuhan industri daerah.
Kehadirannya di IBM sendiri merupakan tindak lanjut undangan Ketua Yayasan Bina Marta dan menjadi bagian dari tugas kelembagaan yang dipantau langsung.
LLDIKTI: Kampus Jangan Hanya di Kelas
Senada, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., meminta IBM tidak terjebak menjadi kampus menara gading.
Ia mengingatkan, peradaban besar seperti Jepang dan Korea Selatan maju karena menjadikan ilmu pengetahuan sebagai investasi jangka panjang.
“Saya pesan kepada Pak Rektor dan Wakil Rektor, jalin kerja sama baik dengan Pemda. Pemda punya agenda pembangunan, UMKM yang perlu dikembangkan, persoalan industri yang butuh peningkatan produktivitas. Kampus harus hadir menggerakkannya,” kata Iskhaq.
Ia menegaskan ilmu kampus harus sampai ke kampung-kampung.
“Ilmu yang kita pelajari tidak selayaknya hanya di ruang kelas, tapi harus singgah di kampung-kampung yang dilewati mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Iskhaq, kampus akan dikenang bukan karena gedung megah atau tanggal berdirinya, melainkan karena dampaknya bagi masyarakat, termasuk membantu petani dan UMKM.
Yayasan Siapkan Masjid, GOR dan Auditorium
Ketua Yayasan Bina Marta Dr. H. Mursyid, S.I.P., M.M., M.Si., M.H., menjelaskan IBM berdiri di atas lahan hibah 2 hektare dari almarhum dr. Maulana, dan di seberangnya ada lahan 5 hektare. Saat ini sudah berdiri 3 gedung di lahan 2 hektare dan 5 gedung di lahan 5 hektare.
Selain IBM, yayasan juga mengelola SMK Kesehatan Bina Marta di Martapura dan Baturaja, serta Pondok Pesantren Maulana Al Mursyidi.
“Program besar ke depan melengkapi olah rohani, olah jasmani, olah pikir. Untuk rohani kami bangun masjid, gedung biru di depan untuk GOR mahasiswa, dan di seberang parkir untuk auditorium wisuda,” jelas Mursyid.
Ia mengapresiasi Bupati Lanosin yang akan membangun jalan tembus menuju lokasi auditorium.
Bupati Lanosin Buka Pintu Kerja Sama
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., menyambut baik kehadiran IBM di ibu kota kabupaten. Dengan wilayah 20 kecamatan, 332 desa/kelurahan dan penduduk lebih dari 700 ribu jiwa, ia menilai keberadaan perguruan tinggi sangat penting untuk mendekatkan pelayanan dan pembangunan.
Pemkab OKU Timur, kata dia, siap menjajaki kerja sama konkret dengan IBM untuk pembangunan daerah. (Red)













