BeritaPedia.news, OKU Timur — Suasana berbeda terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) Polres OKU Timur, Kamis (22/10/2026). Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Santri Nasional Tahun 2026, jajaran Polres OKU Timur menggelar kegiatan kerohanian berupa pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang melibatkan langsung para tahanan.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasat Tahti Iptu Zainal Bolivia, Kasi Humas Polres OKU Timur AKP Supardi, S.H., serta Kasat Samapta AKP Suwandi.
Pantauan di lokasi, para tahanan duduk bersama dengan tertib mengikuti lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dipimpin Kapolres. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Kapolres OKU Timur menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, termasuk kepada para tahanan.
“Hari Santri adalah hari untuk semua umat. Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam rutan. Melalui pembacaan Surat Yasin ini, kita berharap hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT,” ujar AKBP Lalu Hedwin Hanggara.
Dalam tausiyah singkatnya di hadapan para tahanan, Kapolres memberikan pesan mendalam agar para tahanan tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa tahanan sebagai titik balik untuk berubah.
“Apa yang sudah terjadi, jadikan pelajaran. Perbuatan yang telah terlanjur dilakukan jangan sampai terulang lagi. Kami ingin setelah saudara-saudara semua selesai menjalani masa tahanan, bisa kembali ke keluarga dan masyarakat menjadi pribadi yang jauh lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mantan warga binaan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
“Kami berharap keberadaan saudara nanti setelah bebas dapat bermanfaat di tempat tinggal masing-masing. Jadilah contoh yang baik, bantu keluarga, dan jangan pernah jauh dari ibadah,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Tahti Polres OKU Timur Iptu Zainal Bolivia menambahkan bahwa kegiatan pembinaan rohani seperti ini rutin dilaksanakan di Rutan Polres OKU Timur sebagai bagian dari pembinaan kepribadian.
“Selain pembinaan fisik, pembinaan rohani seperti yasinan ini sangat penting untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih sabar dan ikhlas menjalani proses hukum,” ujar Iptu Zainal Bolivia.
Setelah pembacaan Surat Yasin dan doa bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama antara Kapolres, PJU, dan para tahanan di dalam ruang tahanan. Momen kebersamaan tersebut mencairkan suasana dan menunjukkan sisi humanis Polri. (Red)













