BeritaPedia.news, OGAN KOMERING ILIR — Suasana semarak bernuansa Islami mewarnai Desa Cahya Maju, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (16/8/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Huda (UNUHA) bersama masyarakat menggelar Festival TPA Desa Cahya Maju sebagai wadah pembinaan sekaligus pengembangan potensi anak-anak di bidang keagamaan.
Kegiatan tersebut mempertemukan anak-anak dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam satu agenda bersama. Festival diisi dengan dua perlombaan utama, yakni Lomba Adzan dan Cerdas Cermat Islami.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta pengetahuan dasar keislaman.
Ketua KKN 01 Desa Cahya Maju, Noval Rahmadani, mengatakan Festival TPA digagas karena selama ini kegiatan pembinaan keagamaan anak telah berjalan di masing-masing TPA, namun belum ada kegiatan yang mempertemukan seluruhnya dalam satu agenda tingkat desa.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk tampil, belajar dan berkompetisi secara positif. Festival ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dan semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan mereka,” ujar Noval.
Satukan Anak-anak dari Berbagai TPA
Lomba adzan menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta. Melalui perlombaan tersebut, anak-anak mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan melantunkan adzan sekaligus membangun keberanian tampil di hadapan orang lain.
Sementara itu, cerdas cermat Islami menjadi sarana untuk menguji sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai pengetahuan dasar agama Islam.
Pengurus TPA Desa Cahya Maju, Fajar Rahayu dan Mala Dirja, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan anak-anak dari berbagai TPA tersebut.
Menurut mereka, kegiatan bersama seperti Festival TPA dapat menjadi pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus memberikan motivasi agar mereka semakin giat mengikuti pembelajaran di TPA.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan adanya festival seperti ini, mereka tidak hanya belajar di dalam TPA, tetapi juga belajar tampil, berani, disiplin dan menghargai teman-temannya,” ungkapnya.
Libatkan Pemuda sebagai Penggerak Kegiatan
Festival TPA juga melibatkan unsur pemuda desa dalam pelaksanaannya. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus TPA dan masyarakat.
Pemuda sekaligus juri kegiatan, Faudzan dan Fuad, turut berperan dalam mendukung pelaksanaan perlombaan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kegiatan keagamaan di desa dapat berlangsung secara lebih aktif dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Selain pengurus TPA dan pemuda, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah desa serta masyarakat Desa Cahya Maju.
Kades Dorong Kegiatan Positif bagi Generasi Muda
Kepala Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas, S.H., menyambut baik pelaksanaan Festival TPA yang digagas mahasiswa KKN UNUHA.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak dan pemuda memiliki nilai positif karena dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus mempererat hubungan masyarakat.
“Kami tentu menyambut baik kegiatan seperti ini. Anak-anak perlu diberikan kegiatan yang positif dan edukatif. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada mereka untuk terus belajar agama dan menjadi generasi yang memiliki karakter baik,” kata Zaifikri.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui Festival TPA dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa KKN UNUHA di Desa Cahya Maju nantinya berakhir.
Bukan Sekadar Perlombaan
Festival TPA Desa Cahya Maju juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter anak sejak dini.
Melalui perlombaan, peserta belajar untuk berani tampil, mengikuti aturan, bertanggung jawab, menerima hasil dengan sportif, serta menghargai kemampuan peserta lainnya.
Interaksi anak-anak dari berbagai TPA juga membuka ruang untuk memperluas pertemanan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat desa.
Bagi mahasiswa KKN UNUHA, kegiatan tersebut diharapkan dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan. Festival TPA tidak hanya menjadi agenda selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin yang dikelola bersama oleh pemerintah desa, pengurus TPA, pemuda dan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan yang konsisten, Desa Cahya Maju memiliki ruang pembinaan generasi muda yang memadukan unsur pendidikan agama, kreativitas, keberanian dan kebersamaan.
Festival TPA yang digelar pada 16 Agustus 2026 tersebut pun menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap pembelajaran agama sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter.
Dari lantunan adzan hingga adu cepat menjawab pertanyaan keislaman, Festival TPA Desa Cahya Maju bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang bersama untuk menanamkan keberanian, ilmu dan nilai-nilai Islami kepada generasi penerus.














