Example 728x250
Berita

KKN UNUHA Rancang Akuaponik Hemat Air, Dorong Ketahanan Pangan Desa Cahya Maju di Tengah Kemarau

16
×

KKN UNUHA Rancang Akuaponik Hemat Air, Dorong Ketahanan Pangan Desa Cahya Maju di Tengah Kemarau

Share this article

BeritaPedia.news, OGAN KOMERING ILIR — Menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Huda (UNUHA) menghadirkan inovasi budidaya pangan melalui sistem akuaponik terintegrasi di Desa Cahya Maju, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Program tersebut memadukan budidaya ikan lele dengan tanaman kangkung dalam satu sistem yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan air. Selain itu, mahasiswa KKN juga mengenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Inovasi tersebut dikemas dalam program bertajuk “Optimalisasi Ketahanan Pangan Adaptif Musim Kemarau melalui Sistem Akuaponik Terintegrasi Berbasis Budidaya Lele Metode BLIBIS dan Implementasi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Sayuran Kangkung pada Akuaponik.”

Program ini hadir melihat kondisi masyarakat yang menghadapi tantangan ketersediaan air untuk kegiatan pertanian dan perikanan. Di sisi lain, Desa Cahya Maju memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kolam budidaya ikan, kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, hingga lahan pekarangan masyarakat.

Ketua KKN 01 Desa Cahya Maju, Noval Rahmadani, mengatakan program tersebut diarahkan agar potensi yang telah tersedia di desa dapat dimanfaatkan secara lebih terintegrasi.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi juga bisa dipelajari dan dikembangkan masyarakat. Akuaponik ini kami dorong sebagai salah satu alternatif budidaya yang dapat menggabungkan ikan dan tanaman dengan penggunaan air yang lebih efisien,” ujar Noval.

Padukan Budidaya Lele dan Sayuran

Dalam sistem yang dikembangkan, ikan lele menjadi bagian utama dari kegiatan budidaya perikanan, sedangkan kangkung dikembangkan sebagai komoditas tanaman dalam sistem akuaponik.

Air yang digunakan dalam sistem tersebut disirkulasikan sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih efisien. Konsep ini dinilai relevan diterapkan pada musim kemarau ketika ketersediaan air menjadi salah satu kendala dalam kegiatan pertanian masyarakat.

Kepala Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas, S.H., mengapresiasi adanya inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

“Kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNUHA. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti setelah mahasiswa selesai melaksanakan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cahya Maju,” katanya.

Selain menghasilkan ikan, sistem akuaponik juga diarahkan untuk menghasilkan sayuran kangkung. Dengan pola tersebut, masyarakat dapat memperoleh dua komoditas pangan dari satu sistem budidaya.

Limbah Rumah Tangga Diolah Menjadi POC

Tidak hanya mengembangkan akuaponik, program KKN UNUHA juga mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sisa sayuran, kulit bawang, batang pisang, serta air cucian beras dapat dikumpulkan dan diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). POC tersebut kemudian diperkenalkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam kegiatan budidaya tanaman.

Pemateri kegiatan, Hengki Fernando, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik merupakan bagian penting dari konsep program yang dikembangkan.

“Limbah organik rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai guna. Dengan pengolahan yang tepat, bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi POC sehingga tidak langsung menjadi sampah. Ini juga menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka,” jelas Hengki.

Pemanfaatan limbah organik tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus mendukung kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Didorong Menjadi Demplot Edukasi

Pelaksanaan program melibatkan sejumlah unsur masyarakat, mulai dari kelompok tani, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), PKK, Karang Taruna, BUMDes hingga masyarakat Desa Cahya Maju.

Kepala Dusun 4, Amat Marjuki, menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah masyarakat bisa melihat langsung cara kerjanya dan memahami manfaatnya. Kalau sudah mengetahui prosesnya, mudah-mudahan nanti bisa dikembangkan kembali, baik di lingkungan rumah maupun secara berkelompok,” ungkapnya.

Keberadaan sistem akuaponik tersebut diharapkan dapat menjadi demplot edukasi bagi masyarakat. Melalui demplot itu, warga dapat mempelajari secara langsung proses budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem.

Model tersebut juga membuka peluang untuk dikembangkan dalam skala yang lebih luas apabila mendapatkan pengelolaan dan dukungan yang berkelanjutan.

Potensi Dikembangkan Masyarakat

Sementara itu, pembudidaya lele dan patin, Hanafi, mengatakan keberadaan inovasi tersebut memberikan perspektif baru dalam pengembangan budidaya ikan dan tanaman.

“Budidaya ikan dan tanaman sebenarnya bisa dikembangkan secara bersama. Dengan adanya sistem seperti ini, kita bisa melihat bagaimana air dan lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Mudah-mudahan ke depan bisa dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

Program KKN UNUHA tersebut pada akhirnya tidak hanya menitikberatkan pada hasil produksi, tetapi juga pada transfer pengetahuan kepada masyarakat.

Integrasi budidaya ikan, sayuran dan pengolahan limbah organik diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Cahya Maju, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau.

Dengan memanfaatkan potensi lokal yang sudah tersedia, inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan setelah program KKN berakhir.

Dari kolam ikan hingga lahan pekarangan, Desa Cahya Maju kini memiliki alternatif model budidaya yang mengedepankan efisiensi air, pemanfaatan limbah, produktivitas pangan dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan desa yang berkelanjutan.

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights