BeritaPedia.news, OKU Timur – Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten OKU Timur yang dirangkaikan dengan peluncuran empat inovasi literasi daerah di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, baik di lingkungan sekolah, desa, maupun keluarga.
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan dan budaya membaca.
“Literasi merupakan pondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Karena itu, penguatan budaya membaca harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat,” ujar dr. Sheila.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan perpustakaan di beberapa sekolah serta belum meratanya akses bacaan di tingkat desa. Oleh sebab itu, pemerintah menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Timur secara resmi meluncurkan empat inovasi literasi daerah, yakni SEHATI SEPUSTAKA (Satu Sekolah Satu Perpustakaan), GERBANG LITERASI DESA, GERISA (Gerakan Literasi untuk Semua), dan PELITA KELUARGA (Penguatan Literasi Keluarga).
Program SEHATI SEPUSTAKA bertujuan mendorong setiap sekolah memiliki perpustakaan yang memadai sebagai pusat belajar siswa. Sementara GERBANG LITERASI DESA diarahkan untuk mengembangkan pojok baca menjadi perpustakaan desa yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Selain itu, melalui PELITA KELUARGA, pemerintah mengajak orang tua untuk membiasakan budaya membaca di rumah dengan menyediakan sudut baca sederhana, meluangkan waktu membaca bersama anak, hingga memanfaatkan teknologi digital secara sehat dan produktif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKU Timur, Dr. H. Sopiyan Hadi, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan lomba bertutur tahun ini diikuti oleh sekitar 100 siswa SD dan MI yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
“Lomba bertutur bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak, memperluas wawasan, serta mengenalkan kembali cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan kearifan lokal,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan budaya literasi harus menjadi investasi jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Semakin tinggi minat baca masyarakat, semakin besar peluang lahirnya generasi yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Literasi adalah modal utama dalam membangun daerah yang maju,” tambah Sopiyan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten OKU Timur berupaya menciptakan ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (Red)














