Example 728x250
Berita

Rakorwil PSHT Jatim Tegaskan Konsolidasi Organisasi dan Kebangkitan Prestasi Atlet

560
×

Rakorwil PSHT Jatim Tegaskan Konsolidasi Organisasi dan Kebangkitan Prestasi Atlet

Share this article

BeritaPedia.news, Kediri Jawa Timur — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Timur menjadikan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan kegiatan refresh organisasi di Padepokan PSHT Cabang Kota Kediri, Sabtu (16/5/2026), sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangkitkan kembali pembinaan atlet pencak silat di daerah.

Kegiatan yang diikuti pengurus cabang, dewan cabang, hingga warga tingkat II se-Jawa Timur itu mengusung tema “Mantap Persaudaraan, Taat Ajaran dan Pertajam Keilmuan PSHT.”

Rakorwil berlangsung usai adanya pengakuan resmi dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) terhadap kepengurusan PSHT di bawah Ketua Umum Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc.

Ketua PSHT Pengprov Jawa Timur, KM M. Dwi Suntoro, mengatakan pengakuan legalitas tersebut menjadi titik penting bagi organisasi untuk kembali aktif dalam pembinaan olahraga pencak silat, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Seluruh cabang diminta ikut masuk ke kepengurusan IPSI di daerah masing-masing agar bisa ikut berkontribusi membangun prestasi dan menciptakan situasi yang kondusif,” ujar Dwi Suntoro.

Menurutnya, selama konflik internal berlangsung, banyak atlet PSHT yang tidak lagi mendapatkan ruang dalam pembinaan prestasi di bawah naungan IPSI. Padahal, PSHT selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan pendiri IPSI yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Ia menegaskan, legalitas organisasi yang telah diakui secara resmi menjadi dasar kuat bagi PSHT untuk kembali berperan aktif dalam dunia pencak silat Indonesia.

“Jadi mau tidak mau IPSI cabang maupun KONI harus mengakui keberadaan kita karena secara hukum kita sudah sah,” tegasnya.

Selain membahas penguatan prestasi atlet, Rakorwil juga menitikberatkan pada pembenahan internal organisasi dan pemurnian ajaran PSHT. Pengurus cabang diminta memperluas pembentukan ranting dan rayon, meningkatkan kualitas latihan, serta menghidupkan kembali kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Dwi menilai PSHT harus kembali dikenal sebagai organisasi persaudaraan yang menjunjung tinggi pendidikan karakter, pembinaan mental, serta pengabdian sosial, bukan identik dengan konflik ataupun tindakan kekerasan.

Karena itu, seluruh anggota didorong aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan seperti donor darah, santunan sosial, pengobatan gratis, hingga aksi peduli lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Dwi juga memberikan apresiasi kepada PSHT Cabang Kota Kediri yang dinilai mampu menjaga stabilitas organisasi dan pembinaan anggota dengan baik di bawah kepemimpinan Sudjoko Adi Poerwanto.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh kebijakan organisasi untuk kembali fokus pada penguatan ajaran serta peningkatan kualitas prestasi atlet.

“Tujuan SH itu hanya dua. Pertama mencari persaudaraan, kedua mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah,” kata Sudjoko.

Ia memastikan kondisi organisasi di Kota Kediri tetap aman dan kondusif serta berjalan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini, PSHT Kota Kediri membina sekitar 700 siswa dan sebanyak 350 siswa dijadwalkan mengikuti pengesahan dalam waktu dekat.

Menurut Sudjoko, selain menjalankan latihan rutin, PSHT Kota Kediri juga aktif melaksanakan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bantuan sosial, dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

“Hari ini program kerja kita selain melatih dan berlatih juga memulihkan citra PSHT di masyarakat,” pungkasnya. (Rls/Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights