BeritaPedia.news, OKU Timur — Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang OKU Timur menghadiri kegiatan silaturahmi dan deklarasi Sabuk Kamtibmas yang digelar Polres OKU Timur di Aula Wicaksana Laghawa, Martapura, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Polres OKU Timur kepada seluruh perguruan silat di wilayah tersebut dengan nomor: B/Und-12/II/OPS.1.3./2026.
Acara ini turut dihadiri pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) OKU Timur serta berbagai organisasi perguruan silat.
Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang OKU Timur, Suratno, dalam keterangannya menegaskan bahwa polemik dualisme di tubuh PSHT telah berakhir dan kini memiliki kepastian hukum.
“Perkara dualisme PSHT telah selesai. Badan hukum PSHT sudah diakui dan statusnya jelas,” ungkap Suratno.
Ia juga menyampaikan bahwa pengakuan resmi telah diberikan oleh Pengurus Besar IPSI terhadap kepemimpinan pusat PSHT.
“PB IPSI telah mengakui bahwa PSHT di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ir. Muhammad Taufik, S.H., M.Sc., adalah yang sah dan berhak mengikuti seluruh kegiatan IPSI,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suratno menyebut pihaknya telah menyampaikan informasi legalitas tersebut kepada seluruh unsur pemerintah daerah.
Dan mengajak semua pihak khususnya keluarga besar PSHT untuk tetap menjaga silaturahmi dan senantiasa taat pada aturan hukum yang sudah ditetapkan oleh negara.
“Kami sudah mengirimkan tembusan terkait legalitas dan pengakuan ini kepada Forkopimda dan Forkopimcam se-Kabupaten OKU Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PSHT Cabang OKU Timur, Rahmat Saleh, S.H., mengapresiasi inisiatif Polres OKU Timur dalam menyatukan seluruh perguruan silat melalui kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kegiatan silaturahmi ini sebagai langkah positif untuk mempererat hubungan antarperguruan,” ujar Rahmat.
Ia juga menegaskan komitmen PSHT dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah OKU Timur.
“PSHT siap berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten OKU Timur,” tegasnya.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan silat yang telah hadir dan berpartisipasi.
“Kami mengapresiasi kehadiran seluruh perguruan silat. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah,” kata Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh elemen perguruan untuk bersinergi dalam menciptakan situasi yang kondusif.
“Melalui deklarasi Sabuk Kamtibmas ini, kami berharap seluruh perguruan dapat saling menjaga, menghormati, dan bersatu demi keamanan OKU Timur,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi pencak silat yang tergabung dalam IPSI, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di Kabupaten OKU Timur. (Gie)














