Example 728x250
Berita

Resmikan Dapur MBG di Buay Madang, Wakil Kepala BGN Tegaskan Jika Ada Dapur “Bandel” Akan Ditutup

168
×

Resmikan Dapur MBG di Buay Madang, Wakil Kepala BGN Tegaskan Jika Ada Dapur “Bandel” Akan Ditutup

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sehat Cerdas Bahagia di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Senin (9/3/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Nanik menegaskan bahwa setiap dapur yang menjalankan program MBG wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas menu makanan. Jika tidak memenuhi ketentuan, pihaknya tidak akan segan untuk menghentikan operasional dapur tersebut.

“Kami tidak akan mentoleransi dapur yang tidak memenuhi standar. Jika kualitas makanan tidak sesuai atau kebersihannya buruk, dapur tersebut akan langsung kami tutup,” tegas Nanik di hadapan masyarakat.

Selain meresmikan dapur SPPG, kunjungan Wakil Kepala BGN ke OKU Timur juga diisi dengan sosialisasi program MBG bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI.

Menurut Nanik, program MBG merupakan program kemanusiaan yang digagas langsung oleh Presiden untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.

“Program ini bukan sekadar janji politik atau kampanye. Ini adalah bentuk kepedulian agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan mendapatkan gizi yang memadai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta menekan angka stunting.

Namun demikian, pelaksanaan program ini juga dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap dapur-dapur SPPG yang menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan makanan bagi penerima manfaat.

Nanik mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menutup ratusan dapur SPPG di wilayah Sumatera karena tidak memenuhi standar sanitasi yang telah ditetapkan.

“Per hari ini ada 492 dapur SPPG di Sumatera yang kami tutup karena tidak mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS,” ungkapnya.

Sertifikat tersebut merupakan syarat utama untuk memastikan dapur pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan yang layak.

Selain itu, setiap dapur juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

“IPAL wajib ada. Jangan sampai limbah dapur mengganggu masyarakat sekitar. Jika dapur tidak memiliki fasilitas itu atau tidak memenuhi standar kebersihan, kami tidak akan segan menghentikan operasionalnya,” jelasnya.

BGN juga menaruh perhatian serius terhadap kualitas menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG. Meski anggaran per porsi relatif terbatas, kualitas gizi tetap harus terjaga.

Nanik menyebutkan, anggaran menu untuk balita hingga siswa kelas 3 SD berkisar Rp8.000 per porsi, sedangkan untuk siswa kelas 3 SD hingga SMA sekitar Rp10.000 per porsi.

“Nilainya memang tidak besar, tetapi kualitas makanan tidak boleh dikurangi. Jika ada dapur yang menurunkan kualitas menu, tentu akan kami tutup,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan secara bijak. Apabila ditemukan makanan yang basi atau tidak layak konsumsi, masyarakat diminta terlebih dahulu mengonfirmasi kepada pengelola dapur sebelum menyebarkannya di media sosial.

“Datangi dulu pengelola dapurnya dan tanyakan. Jika mereka tidak bertanggung jawab atau menghindar, barulah bisa disampaikan ke publik,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.

“Program ini bukan hanya membuat anak-anak kenyang, tetapi memastikan mereka mendapatkan makanan bergizi agar tumbuh sehat dan cerdas,” katanya.

Sebagai mitra kerja BGN, Komisi IX DPR RI juga akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.

Irma mengingatkan agar pengelola dapur SPPG tidak melakukan praktik yang merugikan program, termasuk kerja sama yang tidak sehat dengan penyedia bahan makanan.

“Kepala SPPG harus mengetahui anggaran menu yang tersedia. Jangan sampai ada kongkalikong yang menurunkan kualitas makanan,” tegasnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD OKU Timur, Edi Kurniansah, menyampaikan apresiasinya terhadap program MBG yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak.

“Kami masyarakat OKU Timur sangat berterima kasih atas program ini karena sangat membantu dalam pencegahan stunting,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah terus diperkuat, mengingat sebelumnya sempat muncul keluhan masyarakat di media sosial terkait kualitas menu makanan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan prosesi pemotongan pita oleh Nanik sebagai tanda resmi beroperasinya dapur SPPG Yayasan Sehat Cerdas Bahagia yang berlokasi di Jalan Raya Belitang, Desa Cipta Muda BK 0, Kecamatan Buay Madang.

Dapur tersebut disebut sebagai dapur percontohan di Kabupaten OKU Timur karena telah memenuhi berbagai standar operasional yang ditetapkan oleh BGN.

Ke depan, dapur ini akan melayani penyediaan gizi bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia hingga anak-anak sekolah di wilayah Buay Madang. (*)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights