Example 728x250
Berita

Sinergi PSHT dan KTJS: Optimalkan Aset Merek Kelas 25, Kuatkan Ekonomi Warga

435
×

Sinergi PSHT dan KTJS: Optimalkan Aset Merek Kelas 25, Kuatkan Ekonomi Warga

Share this article

BeritaPedia.news, Jambi — Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengambil langkah besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi organisasinya. Melalui kerja sama strategis dengan Koperasi Terate Jaya Sejahtera (KTJS), PSHT kini resmi mengoptimalkan pengelolaan aset intelektual berupa merek kelas 25, yang menjadi simbol penting bagi kemandirian ekonomi warga Terate di seluruh Indonesia.

Kesepakatan bersejarah ini diresmikan bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSHT yang digelar di Kota Jambi. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Setia Hati Terate, serta pembacaan Mukadimah PSHT yang menggugah semangat persaudaraan di antara para peserta.

Dalam suasana penuh kebersamaan, dilakukan penyerahan lisensi merek kelas 25 dari PSHT kepada Koperasi Terate Jaya Sejahtera, yang menandai langkah konkret organisasi dalam memanfaatkan aset hukum untuk kegiatan ekonomi produktif.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara KTJS dengan salah satu cabang PSHT terkait produksi dan distribusi baju siswa dan baju warga (sakral). Kegiatan tersebut turut disertai penandatanganan nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan, guna memberikan perlindungan sosial bagi para anggota PSHT di seluruh Indonesia.

Ketua Koperasi Terate Jaya Sejahtera, Dr. Eni Sri Rahayuningsih, S.E., M.E., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan hanya sebatas bisnis, melainkan bagian dari upaya PSHT untuk mewujudkan kemandirian ekonomi warga melalui pengelolaan aset bersama.

“Koperasi Terate Jaya Sejahtera bukan sekadar tempat berusaha, melainkan penggerak ekonomi warga PSHT yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” ujar Dr. Eni dengan penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., menegaskan bahwa pengelolaan merek kelas 25 menjadi langkah penting dalam menjaga legalitas dan marwah organisasi.

“Sertifikat merek ini adalah aset hukum yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak. Melalui KTJS, kami ingin memastikan seluruh proses produksi dan distribusi berjalan sesuai aturan serta tetap menjunjung nilai-nilai luhur PSHT,” tegasnya.

Puncak acara Rakernas ditandai dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Gubernur Jambi, yang memberikan apresiasi atas langkah PSHT dalam memperkuat ekonomi berbasis nilai-nilai persaudaraan.

“Upaya PSHT dalam membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi adalah contoh nyata organisasi yang adaptif dan visioner,” ungkap Gubernur dalam arahannya.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama seluruh peserta Rakernas, meninggalkan kesan mendalam bahwa PSHT kini semakin siap bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri, modern, dan tetap berakar kuat pada nilai persaudaraan sejati. (Gie)

Example 728x250
Example 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights