Example 728x250
Berita

Solar Langka, Petani di Jayamulya Hampir Tertunda Tanam Padi

1095
×

Solar Langka, Petani di Jayamulya Hampir Tertunda Tanam Padi

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali dikeluhkan para petani di Kabupaten OKU Timur. Akibatnya, proses pembajakan lahan sawah di sejumlah wilayah mengalami keterlambatan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para petani di Desa Jayamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, yang kini terpaksa menunda masa tanam mereka.

Bejo (54), salah seorang petani di desa tersebut, mengaku kesulitan memulai proses tanam padi karena mesin traktor yang biasa digunakan untuk membajak sawah tidak dapat beroperasi akibat ketiadaan solar.

“Proses penanaman padi di sawah kami jadi terlambat karena mesin traktor tidak bisa dijalankan. Alasannya sederhana, tidak ada solar,” ungkap Bejo saat ditemui di lahan persawahannya, Senin (6/10/2025).

Bejo berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelangkaan solar yang terjadi agar aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu.

“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan petani seperti kami ini. Kalau solar susah, otomatis tanam juga tertunda. Padahal waktu tanam itu penting,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Katemin (53), seorang tukang traktor di wilayah tersebut. Ia mengatakan, kelangkaan solar membuat dirinya kesulitan menjalankan pekerjaan membajak sawah milik para petani.

“Kami terlambat melakukan pembajakan sawah karena sangat sulit mencari BBM jenis solar. Di wilayah kami hampir tidak ada ketersediaan Solar,” ujar Katemin.

Katemin bahkan mengaku harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan bahan bakar pengganti agar traktor bisa tetap beroperasi.

“Terpaksa saya pakai dexlite, itu pun harus saya beli di daerah Tugu Mulyo, Kabupaten OKI. Harganya lebih mahal dari solar, tapi daripada sawah petani terbengkalai, mau tidak mau kami usahakan,” jelasnya.

Kondisi ini membuat para petani khawatir masa tanam padi akan semakin mundur, yang pada akhirnya bisa berdampak pada hasil panen. Mereka berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menormalkan kembali pasokan solar di tingkat masyarakat.

“Kami masyarakat bawah ini cuma ingin bisa tanam tepat waktu. Kalau BBM langka begini, kami yang paling merasakan dampaknya,” pungkas Katemin.

Dengan kondisi yang terus berlanjut, petani berharap agar pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera memastikan ketersediaan solar di wilayah pedesaan, terutama saat musim tanam tiba, agar roda pertanian tetap berjalan dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu. (Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights