BeritaPedia.news, OKU Timur – Program ketahanan pangan terus digalakkan oleh Polsek Madang Suku I dengan menggandeng masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian. Salah satu upaya tersebut terlihat dari kegiatan pengecekan lahan pertanian yang dilakukan Bhabinkamtibmas Bripka Bobi Juanda di Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (30/8/2025).
Lahan yang dicek merupakan milik Budi (40), seorang petani setempat yang menanam jagung manis di atas lahan seluas 20 x 20 meter. Menurutnya, tanaman tersebut dipilih karena memiliki potensi hasil panen yang baik dan harga jual yang relatif stabil di pasaran.
“Saya memilih jagung manis karena selain mudah dirawat, juga cepat panen dan hasilnya bisa dijual di pasar lokal maupun luar daerah. Dengan dukungan dari pihak kepolisian, kami lebih termotivasi untuk mengembangkan lahan ini,” ujar Budi kepada wartawan.
Bripka Bobi Juanda mengatakan bahwa pengecekan ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kondisi tanaman, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan kepada warga agar terus bersemangat mengolah lahan mereka.
“Kami ingin memastikan tanaman warga tumbuh dengan baik. Selain itu, kami juga memberikan imbauan agar warga menjaga lahan secara berkelanjutan sehingga hasil panen bisa maksimal,” ungkap Bripka Bobi.
Kapolsek Madang Suku I, Iptu Dodi Mardani, SH, MM, CPM, menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi di tingkat desa.
“Ketahanan pangan adalah fondasi penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, kami berharap petani dapat mengoptimalkan lahan mereka dan memperoleh hasil panen yang lebih baik,” kata Iptu Dodi.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mengapresiasi peran masyarakat yang telah mendukung program ini, khususnya para petani di Desa Tugu Mulyo. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerjasama yang baik antara pihak kepolisian, pemerintah desa, dan warga setempat.
Kegiatan pengecekan lahan ini diharapkan dapat memotivasi petani lain untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, sehingga berdampak positif pada ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten OKU Timur. (Gie)















