BeritaPedia.news, OKU Timur – Suasana penuh semangat menyelimuti Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Belitang pada Jumat (22/8/2025) saat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., melantik dan mengukuhkan pengurus baru dari delapan cabang PGRI sekaligus.
Delapan cabang tersebut meliputi PGRI Cabang Belitang, Belitang III, Belitang Jaya, Belitang Madang Raya, Buay Madang, Buay Madang Timur, BP Bangsa Raja, dan Madang Suku I. Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi profesi guru terbesar di Indonesia tersebut, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).

Dalam sambutannya, Wakimin menggarisbawahi pentingnya soliditas seluruh pengurus PGRI untuk memperjuangkan kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Satukan komitmen dalam memajukan organisasi, karena PGRI bukan organisasi politik, tetapi organisasi profesi yang membutuhkan perjuangan kita semua,” tegas Wakimin di hadapan para undangan.
Sebagai Ketua PGRI OKU Timur sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin mengingatkan agar pengurus yang baru dilantik segera bergerak cepat menyusun program kerja yang nyata dan dapat diimplementasikan.
“Program kerja harus berpihak pada guru dan masyarakat, serta fokus pada bidang advokasi dan peningkatan kompetensi guru. Dengan begitu, PGRI dapat berjalan seiring dengan program pemerintah, terutama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur,” ujarnya.
Wakimin menambahkan, dari total 20 Pengurus Cabang (PC) PGRI yang ada di Kabupaten OKU Timur, baru delapan cabang yang telah melaksanakan pelantikan. Artinya, masih ada 12 cabang lain yang harus segera menyusul agar roda organisasi berjalan optimal.
“Kami mendorong agar pelantikan segera dilaksanakan di cabang lainnya. Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memperjuangkan martabat dan profesionalisme guru di seluruh wilayah Kabupaten OKU Timur,” pungkasnya.
Acara pelantikan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri pengurus PGRI dari delapan kecamatan, para kepala sekolah, dan sejumlah tamu undangan. Momen pengucapan ikrar pengurus menjadi simbol tekad bersama dalam memperkuat PGRI sebagai wadah aspirasi guru.
Para pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara anggota PGRI dengan pemerintah, memperjuangkan hak-hak guru, serta mendorong program peningkatan kompetensi di berbagai bidang pendidikan.
Dengan pelantikan ini, PGRI OKU Timur menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di daerah. (Gie)















