BeritaPedia.news , OKU Timur – Tiga mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Nurul Huda menggelar pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru-guru di SMP NU Tebat Jaya, Kabupaten OKU Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at 23 Mei 2025 ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dan implementasi mata kuliah Artificial Intelligence Pembelajaran Fisika.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran. Tiga mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Berlian Nanda Saputra, Destia Afitri, dan Anisa Syinta Bella. Sebanyak enam guru dari SMP NU Tebat Jaya mengikuti pelatihan dengan antusias.
“Pelatihan ini kami rancang agar guru-guru tidak hanya mengenal AI secara konsep, tetapi juga bisa langsung menggunakannya untuk menyusun materi, soal, bahkan membuat video pembelajaran,” ujar Anisa Syinta Bella, salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan.
Sementara Destia Afitri mengatakan, sebelum pelatihan berlangsung, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah pada 10 Mei 2025.
“Kami telah bertemu dengan Kepala Sekolah dan menyampaikan maksud serta manfaat kegiatan. Dan Alhamdulillah pihak sekolah menyambut dengan baik maksud dan tujuan kami,” kata Destia.
Dian Lestari, guru SMP NU Tebat Jaya yang menjadi peserta pelatihan membenarkan bahwa pihaknya telah menyambut baik inisiatif para Mahasiswa karena guru memang perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya ini bisa jadi langkah awal menuju transformasi digital di sekolahnya.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan beberapa platform AI populer. Di antaranya ChatGPT untuk membantu menyusun soal dan modul ajar, Gamma AI untuk membuat presentasi interaktif tanpa keahlian desain, serta InVideo AI yang memudahkan pembuatan video pembelajaran hanya dengan memasukkan prompt teks.
“Kami percaya AI tidak akan menggantikan peran guru, tetapi bisa menjadi alat bantu yang sangat efektif. Guru yang melek teknologi akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan,” ungkap Dian Lestari.
Mahasiswa berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak jangka panjang, yaitu terbentuknya budaya pembelajaran digital yang adaptif di kalangan pendidik. Mereka juga membuka peluang untuk kolaborasi lanjutan jika sekolah membutuhkan pengembangan lebih lanjut.















