BeritaPedia.news , OKU Timur — Lima mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Nurul Huda sukses menggelar pelatihan bertajuk “AI dalam Pendidikan” di SMP Negeri 2 Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada 22 Mei 2025. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pembelajaran yang lebih efektif dan modern.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Artificial Intelligence Pembelajaran Fisika serta bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa semester 4. Sebanyak 17 guru dari SMP Negeri 2 Belitang mengikuti pelatihan dengan antusias.
Kelima mahasiswa yang menjadi fasilitator adalah Inda Lestari, Siti Fatimah, Cindy Letari, Dini Milatul Husniyah, dan Nadia Putri Larita. Sebelumnya, mereka telah melakukan observasi dan koordinasi awal pada 16 Mei 2025 bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Sugiarto, S.Pd., dan Kepala Sekolah, Ibu Dra. Kristiani, M.M.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena dapat membuka wawasan guru dalam menghadapi tantangan teknologi di dunia pendidikan,” ujar Dra. Kristiani, M.M., Kepala SMP Negeri 2 Belitang.
Materi pelatihan mencakup:
Pengenalan dasar AI dan penerapannya di bidang pendidikan.
Etika penggunaan teknologi dalam lingkungan sekolah.
Praktik langsung menggunakan platform AI seperti AIPRM-GPT, Gamma dan InVideo.
Para peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah pelatihan.
“Kegiatan seperti ini masih sangat langka di laksanakan, kami berharap kegiatan pelatihan AI ini terus berlanjut kedepannya,” ungkap Ibu Reni, salah satu guru peserta pelatihan.
Kendati sempat menghadapi kendala seperti koneksi internet yang tidak stabil dan beberapa peserta yang lupa kata sandi akun, pelatihan tetap berjalan lancar. Mahasiswa dan guru saling membantu untuk mengatasi kendala teknis tersebut.
“Kami senang bisa berbagi ilmu yang kami pelajari di kampus, dan melihat antusiasme para guru membuat kami merasa kegiatan ini sangat bermakna,” kata Cindy Letari, salah satu mahasiswa penyelenggara.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, pada 24 Mei 2025 mahasiswa menyerahkan cinderamata kepada pihak sekolah serta melakukan sesi wawancara singkat dengan peserta untuk evaluasi kegiatan.
“Saya sangat tertarik menggunakan AI, terutama inVideo karena bisa membantu menambah wawasan dari buku cetak n bisa membuat ank2 untuk lebih cepat menyerap materi yang disampaikan,” tambah Ibu Annisa Firdaus, S.Pd.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada para guru, tetapi juga mempererat kerja sama antara dunia kampus dan sekolah dalam menghadapi era transformasi digital di bidang pendidikan. (*)















