“Masih ada beberapa Puskesmas di kecamatan yang belum mampu menyediakan layanan UGD 24 jam. Ini perlu menjadi perhatian serius agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin merata dan berkualitas,” ujar Hengki.
Selain itu, Hengki juga mendorong penghidupan kembali Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sebagai upaya mendukung misi kelima, yaitu meningkatkan perekonomian daerah berbasis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “BUMD yang berfokus pada sektor pangan dapat memberdayakan potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di OKU Timur,” tambahnya.
Penayangan film Lafran Pane diharapkan dapat memberikan inspirasi dan menjadi teladan bagi generasi muda serta para aktivis HMI. “Semoga film ini memotivasi kader HMI untuk terus melanjutkan perjuangan demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia,” pungkas Hengki. (Gie)














