BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi kembali diperkuat oleh SMK Negeri 1 Belitang III melalui peresmian Teaching Factory (TeFa) Akuntansi dan Keuangan Lembaga yang mengadopsi standar perbankan nasional. Fasilitas ini resmi diluncurkan pada Rabu (10/12/2025) berkat kolaborasi strategis dengan BCA-CMA (Cash Management Academy).
Peresmian berlangsung di lingkungan sekolah dan dihadiri jajaran pimpinan SMKN 1 Belitang III, perwakilan BCA-CMA, serta Komite Sekolah. Teaching Factory tersebut dirancang sebagai ruang praktik yang menyerupai operasional bank profesional, mulai dari sistem pelayanan hingga manajemen kas.
Kepala SMKN 1 Belitang III, Sapto Agung Nugroho, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar sarana latihan, melainkan representasi nyata dunia kerja dalam lingkungan sekolah.
“Tantangan terbesar lulusan SMK adalah adaptasi terhadap budaya kerja. Dengan menggandeng BCA-CMA, kami seperti menghadirkan bank langsung ke dalam sekolah. Siswa bisa mempraktikkan manajemen kas dan layanan perbankan menggunakan standar ketat yang diterapkan BCA,” ujar Sapto Agung, Kamis (11/12/2025).
Dukungan penuh juga datang dari Komite Sekolah yang memandang program ini sebagai langkah strategis mencetak lulusan siap kerja. Ketua Komite SMKN 1 Belitang III, Suprihanto, S.Pd., mengapresiasi terobosan tersebut.
“Kami melihat program ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan siswa. Teaching Factory bekerja sama dengan BCA-CMA menjamin lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang dibutuhkan industri. Kami sepenuhnya mendukung inovasi ini,” tuturnya.
Dari pihak industri, Susanto Rahsito, Koordinator Program BCA-CMA, menjelaskan bahwa pembentukan karakter menjadi bagian penting dari implementasi TeFa Akuntansi.
“Kami tidak hanya fokus pada kemampuan teknis perbankan, tetapi juga penanaman integritas, ketelitian, dan etika pelayanan. Soft skill ini menjadi napas utama dunia perbankan,” kata Susanto.
Sementara itu, Richie Ospherd, Koordinator Fasilitator BCA-CMA Wilayah Barat Indonesia, menegaskan bahwa kurikulum yang diterapkan tersebut telah disesuaikan dengan standar nasional perbankan, sehingga siswa mendapatkan pengalaman praktik yang relevan dan berkualitas tinggi.
Melalui Teaching Factory ini, siswa akan dilatih menggunakan perangkat dan sistem operasional perbankan, seperti penghitungan uang, identifikasi uang palsu, hingga penyusunan laporan keuangan yang akuntabel. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri jasa keuangan.
SMK Negeri 1 Belitang III dikenal sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di OKU Timur yang terus menjalin kemitraan dengan industri. Selain di bidang perbankan, sekolah ini juga bekerja sama dengan Hino untuk kompetensi otomotif sebagai bagian dari komitmen terhadap program Link and Match dan peningkatan serapan lulusan di dunia kerja. (*)














