Berita

KEAKRABAN TUMBUH, MAHASISWA KKN-KI KENALKAN WAYANG KERTAS DI SANGGAR BIMBINGAN KBRI KUALA LUMPUR

22
×

KEAKRABAN TUMBUH, MAHASISWA KKN-KI KENALKAN WAYANG KERTAS DI SANGGAR BIMBINGAN KBRI KUALA LUMPUR

Share this article

KUALA LUMPUR, BeritaPedia.news — Memasuki minggu kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN-KI) di Sanggar Bimbingan asuhan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, suasana pembelajaran terasa jauh lebih hangat dan akrab. Kegiatan berlangsung pada Minggu kedua, 12 Oktober 2026.

Jika pada minggu pertama mahasiswa fokus pada observasi partisipatif, pada minggu kedua mahasiswa KKN-KI terus mendampingi pembelajaran, ikut mengajar, dan terlibat penuh dalam kegiatan harian peserta didik.

Perubahan paling terasa adalah kedekatan emosional. Peserta didik yang semula malu-malu, kini lebih berani menyapa, bercerita, dan bercanda bersama mahasiswa. Waktu istirahat yang diisi dengan bermain bersama membuat suasana belajar lebih santai dan peserta didik lebih percaya diri untuk bertanya.

Salah satu mahasiswi KKN-KI, mengaku merasakan perubahan signifikan tersebut.

“Kalau minggu pertama kami masih adaptasi, minggu kedua ini sudah seperti keluarga. Anak-anak sudah tidak malu lagi menyapa duluan, mereka cerita tentang sekolah, tentang cita-cita mereka. Ketika kedekatan itu sudah tumbuh, belajar jadi lebih hidup, mereka lebih semangat,” ungkapnya, Senin (12/10/2026).

Jadwal kegiatan di sanggar masih berjalan normal. Peserta didik tiba pukul 07.30, pembelajaran dimulai pukul 08.00, istirahat dan makan bersama pukul 09.30, dilanjutkan pukul 11.00 hingga 12.30.

Jadwal mata pelajaran yakni Senin IPA dan Bahasa Indonesia, Selasa Matematika dan IPS, Rabu PPKn dan Bahasa Inggris, Kamis Matematika dan SPBP, serta Jumat Pendidikan Agama. Kebiasaan disiplin dan mandiri seperti menata meja-kursi sendiri dan piket bergiliran juga terus berjalan, kini mahasiswa ikut bergabung dalam kebiasaan baik tersebut.

Pada hari Jumat, mahasiswa kembali melaksanakan program kerja budaya. Jika minggu pertama mengenalkan kolase batik, pada minggu kedua peserta didik diperkenalkan dengan wayang kertas.

Program ini dipilih karena peserta didik merupakan anak-anak imigran Indonesia yang selama ini mengenal Indonesia hanya dari cerita orang lain dan media sosial. Melalui wayang kertas, mereka diajak mengenal budaya Indonesia secara langsung dengan cara sederhana dan menyenangkan.

Wayang sendiri merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia yang menampilkan tokoh cerita melalui boneka atau gambar dengan dalang sebagai pengisah. Ceritanya sarat nilai kehidupan seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kebaikan melawan keburukan. UNESCO telah menetapkan wayang Indonesia sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia pada 7 November 2003.

Dalam kegiatan tersebut, wayang kertas menjadi bentuk sederhananya, yakni tokoh digambar atau dicetak di atas kertas, digunting, lalu diberi tangkai agar dapat dimainkan.

Menurut Mahasiswa KKN, kegiatan diawali dengan pengenalan tokoh wayang dan nilai-nilai dalam ceritanya, dilanjutkan menonton pertunjukan wayang, kemudian peserta didik membuat dan memainkan wayang kertas karya mereka sendiri.

“Lewat wayang kertas, anak-anak tidak hanya belajar budaya, tapi juga melatih kreativitas, motorik halus, dan keberanian bercerita. Mereka jadi lebih berani tampil di depan teman-temannya. Ini bukti bahwa budaya bisa menjadi jembatan kedekatan yang sangat efektif,” jelasnya.

Minggu kedua di Sanggar Bimbingan KBRI Kuala Lumpur menunjukkan bahwa kedekatan yang dibangun dengan tulus mampu membuat proses belajar menjadi lebih bermakna. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa KKN-KI untuk melanjutkan program kerja selanjutnya di Sanggar Bimbingan asuhan KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. (Mega)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights