Berita

MAHASISWA KKN-KI JALANI MINGGU PERTAMA DI SANGGAR BIMBINGAN KBRI KUALA LUMPUR DENGAN OBSERVASI DAN KOLASE BATIK

24
×

MAHASISWA KKN-KI JALANI MINGGU PERTAMA DI SANGGAR BIMBINGAN KBRI KUALA LUMPUR DENGAN OBSERVASI DAN KOLASE BATIK

Share this article

KUALA LUMPUR, BeritaPedia.news — Pelaksanaan minggu pertama Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN-KI) di Sanggar Bimbingan asuhan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026 itu diawali dengan observasi partisipatif dan keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Mahasiswa KKN-KI tidak hanya melakukan observasi, namun juga memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan mengajar. Langkah ini menjadi tahap adaptasi awal bagi mahasiswa untuk mengenali karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, serta pola kegiatan harian yang berlangsung di sanggar bimbingan tersebut.

Salah satu mahasiswi KKN-KI, mengungkapkan bahwa minggu pertama menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh pembelajaran bagi dirinya.

“Minggu pertama di Sanggar Bimbingan KBRI Kuala Lumpur ini menjadi pengalaman luar biasa bagi kami. Kami tidak hanya observasi, tapi langsung terjun mengajar dan bermain bersama anak-anak. Kedekatan emosional itu penting, ketika mereka sudah percaya dengan kami, mereka jadi lebih semangat belajar,” ujarnya kepada BeritaPedia.news, Senin (5/10/2026).

Pantauan di lapangan, peserta didik tiba di sanggar pada pukul 07.30 dan pembelajaran dimulai pukul 08.00. Pada pukul 09.30 peserta didik beristirahat dan makan bersama, kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 11.00 hingga berakhir pukul 12.30.

Adapun jadwal pembelajaran harian yakni Senin IPA dan Bahasa Indonesia, Selasa Matematika dan IPS, Rabu PPKn dan Bahasa Inggris, Kamis Matematika dan SPBP, serta Jumat Pendidikan Agama.

Selain akademik, peserta didik juga dibiasakan disiplin dan mandiri dengan mengatur meja-kursi sendiri dan menjalankan piket harian secara bergiliran untuk menjaga kebersihan ruang belajar.

Pada hari Jumat, mahasiswa melaksanakan program kerja pengenalan kolase batik. Menurut Mega, program ini sengaja dipilih untuk mengenalkan warisan budaya Indonesia kepada anak-anak pekerja migran yang selama ini hanya mengenal Indonesia dari cerita orang tua dan media sosial.

“Kami ingin anak-anak di sini tidak lupa dengan akar budayanya. Kami perkenalkan bahwa batik itu warisan budaya takbenda UNESCO sejak 2 Oktober 2009, lengkap dengan motif Mega Mendung, Parang, dan Kawung. Melalui kolase batik dari kertas dan kain perca, mereka sangat antusias dan kreatif. Ini cara menyenangkan untuk melatih motorik halus mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan kolase tersebut menjadi sarana edukasi yang mudah dan menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

Minggu pertama di sanggar menjadi bekal awal bagi mahasiswa KKN-KI untuk memperoleh gambaran nyata tentang proses belajar dan kebiasaan anak-anak, yang akan menjadi landasan dalam merumuskan program kerja yang tepat sasaran selama pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan asuhan KBRI Kuala Lumpur berlangsung. (Mega)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights