Example 728x250
Berita

Sulap Papan Pintar Jadi Alat Asesmen Interaktif, Tim Dosen UNUHA Berdayakan Guru SD dan SMP Alquraniyah Nurul Huda

442
×

Sulap Papan Pintar Jadi Alat Asesmen Interaktif, Tim Dosen UNUHA Berdayakan Guru SD dan SMP Alquraniyah Nurul Huda

Share this article

BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Peralatan canggih berteknologi tinggi seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital kini mulai menghiasi ruang-ruang kelas di daerah. Namun, tanpa pendampingan pedagogis yang tepat, papan interaktif berharga puluhan juta rupiah tersebut kerap berakhir hanya sebagai proyektor statis untuk menampilkan salinan PowerPoint semata.

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Nurul Huda (UNUHA) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk optimalisasi pemanfaatan IFP untuk asesmen berbasis Deep Learning di SD dan SMP Alquraniyah Nurul Huda Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Program yang berlangsung selama enam bulan (Mei–Agustus 2026) ini didanai melalui skema Hibah Internal LPPM Universitas Nurul Huda Tahun Anggaran 2026. Tim pengabdi dipimpin oleh Arief Hadziq Fikri, M.Pd., bersama anggota tim Zulaikah, M.Pd., Sari Agustin, dan Muhtaromun Uswatun Hasanah.

Mengubah Proyektor Pasif Menjadi Pembelajaran Interaktif

Ketua Tim PkM UNUHA, Arief Hadziq Fikri, menjelaskan bahwa modernisasi sarana pendidikan di sekolah harus diimbangi dengan kesiapan pendidik dalam mengolah metode pembelajaran.

“Hasil observasi awal kami menunjukkan bahwa fasilitas IFP bantuan pemerintah belum dimanfaatkan secara optimal. Guru-guru masih menggunakannya seperti proyektor LCD biasa. Di sisi lain, tuntutan Kurikulum Merdeka untuk melaksanakan asesmen diagnostik dan formatif sering kali memberatkan guru jika dilakukan secara manual dengan kertas,” ujar Arief.

Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), sebanyak 20 guru dari jenjang SD (Fase A–C) dan SMP (Kelas VII–IX) dilatih secara intensif. Para guru diajak menguasai fitur-fitur canggih IFP, seperti wireless screen sharing, papan tulis digital multi-sentuh, hingga pengintegrasian platform kuis gamifikasi seperti Wordwall, Quizizz, dan Mentimeter.

“Penggunaan asesmen interaktif di IFP ini memberikan dampak ganda. Di satu sisi, siswa menjadi sangat antusias karena proses ujian terasa seperti bermain gim interaktif di layar sentuh besar. Di sisi lain, hasil evaluasi siswa langsung keluar secara real-time, sehingga memangkas beban koreksi manual guru hingga 60 persen,” ungkap Arief.

Kepala SMP Alquraniyah Nurul Huda, Ahmad Fauzan Aziz, S.Pd., bersama Kepala SD Alquraniyah, Teguh Slamet, S.Pd.I., Gr., menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi nyata dari akademisi UNUHA. Menurut mereka, program ini membawa angin segar bagi budaya mengajar di lingkungan sekolah.

Untuk menjaga keberlanjutan dampak program, sekolah bersama tim UNUHA telah membentuk Komunitas Belajar Guru Perintis IFP (Kombel IFP). Melalui komunitas ini, guru-guru yang telah lulus pelatihan akan menjadi mentor bagi sejawatnya, dibantu oleh modul panduan penggunaan IFP yang telah terdaftar hak ciptanya.

Langkah inovatif ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah daerah mampu mengakselerasi transformasi digital pendidikan hingga ke tingkat tapak, mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga bermakna dan berorientasi pada peserta didik.

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights