BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Membangun kedisiplinan santri tidak hanya dilakukan melalui penerapan aturan, tetapi juga membutuhkan pembiasaan serta pemantauan yang dilakukan secara konsisten. Upaya tersebut dilakukan Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda (UNUHA) melalui kegiatan sosialisasi dan pengaktifan kembali buku poin santri di lingkungan Pondok Pesantren ASPI Pusat Nurul Huda, pada 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan dan pembinaan karakter santri, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan dan keaktifan mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan pondok pesantren.
Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 UNUHA memberikan penjelasan kepada para santri mengenai fungsi buku poin, tata cara pengisian, serta pentingnya mengikuti seluruh kegiatan pondok secara tertib dan penuh tanggung jawab.
Buku poin digunakan sebagai media pencatatan dan monitoring terhadap tingkat kedisiplinan serta keaktifan santri. Melalui sistem tersebut, aktivitas dan kepatuhan santri terhadap tata tertib pondok dapat dipantau secara lebih terarah.
Ana Ma’rifatul Khoiriyah, Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda yang juga merupakan bagian dari Keamanan ASPI, mengatakan pengaktifan kembali buku poin diharapkan dapat membantu proses pemantauan kedisiplinan para santri.
“Kami ingin mengaktifkan kembali buku poin sebagai media untuk memantau kedisiplinan dan keaktifan santri dalam mengikuti kegiatan pondok,” ujar Ana Ma’rifatul Khoiriyah.
Menurutnya, keberadaan buku poin bukan semata-mata sebagai sarana pencatatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi terhadap perkembangan para santri.
Dengan adanya pencatatan yang lebih terarah, pengurus pondok diharapkan dapat lebih mudah melakukan pemantauan sekaligus mengevaluasi kedisiplinan dan keaktifan santri dalam mengikuti kegiatan.
Bagi para santri, buku poin juga diharapkan dapat menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kedisiplinan, menaati peraturan yang berlaku, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan pondok.
“Kami berharap sistem ini dapat membantu menciptakan pembiasaan yang baik. Kedisiplinan tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui kesadaran dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan sehari-hari,” tambah Ana.
Melalui pengaktifan kembali buku poin tersebut, Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 UNUHA turut mendukung terciptanya budaya disiplin, tertib dan aktif di lingkungan Pondok Pesantren ASPI Pusat Nurul Huda.
Program tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai salah satu bagian dari pembinaan karakter santri, sekaligus membantu pengurus dalam melakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan kedisiplinan santri.
Adapun anggota KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda Tahun 2026 yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Arum Ilmawati, Anis Nashoha, Anisatul Mahrurin, Sofiatun Nurjanah, Anisa Syinta Bella, Ana Ma’rifatul Khoiriyah, dan Lana Nailur Rahma.














