BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut ditanamkan oleh Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda (UNUHA) bersama para santri melalui edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah di lingkungan Pondok Pesantren ASPI Pusat Nurul Huda, pada 20 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang bersih, tertib dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran para santri terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Edukasi diawali dengan pemasangan poster mengenai pengumpulan botol plastik bekas di sejumlah titik yang mudah dilihat oleh para santri. Poster tersebut menjadi media informasi sekaligus pengingat agar botol plastik yang telah digunakan tidak langsung dibuang, melainkan dikumpulkan untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.
Selain mengajak para santri mengumpulkan botol plastik, mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 UNUHA juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik.
Para santri diperkenalkan mengenai perbedaan kedua jenis sampah tersebut serta cara sederhana dalam mengelolanya sesuai dengan kategorinya. Sampah organik, seperti sisa makanan, dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik dapat dikumpulkan untuk kemudian diarahkan ke proses pemanfaatan atau daur ulang.
Salah satu Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 UNUHA, Anisatul Mahrurin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan santri.
“Kami ingin mengajak santri lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membiasakan mengumpulkan botol plastik dan memilah sampah organik maupun anorganik,” ujar Anisatul Mahrurin.
Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan poster, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Para santri diajak untuk mulai memperhatikan jenis sampah yang dihasilkan serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya.
Lingkungan pondok pesantren, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat bagi para santri untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kebiasaan positif.
“Kami berharap kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dapat terus dilakukan. Jika dilakukan bersama-sama dan secara konsisten, kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak yang baik bagi lingkungan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda turut mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di Pondok Pesantren ASPI Pusat Nurul Huda.
Dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah, mengumpulkan botol plastik bekas, serta tidak membuang sampah sembarangan, kesadaran menjaga lingkungan diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
Langkah kecil tersebut diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga kebersihan lingkungan pesantren tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan menjadi bagian dari budaya hidup para santri.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 32 UNUHA dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Adapun anggota KKN Mandiri Kelompok 32 Universitas Nurul Huda Tahun 2026 yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Arum Ilmawati, Anis Nashoha, Anisatul Mahrurin, Sofiatun Nurjanah, Anisa Syinta Bella, Ana Ma’rifatul Khoiriyah, dan Lana Nailur Rahma.














