BeritaPedia.news, Jawa Timur — Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PSHT Jawa Timur, Dr. Adam Suwito, S.H., M.H., melontarkan pernyataan tegas kepada Ketua IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), terkait komitmen kepatuhan terhadap seluruh keputusan dan instruksi Pengurus Besar IPSI, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul belum adanya langkah konkret yang dinilai mencerminkan ketegasan IPSI Jawa Timur dalam menjalankan keputusan resmi PB IPSI mengenai keabsahan kepemimpinan PSHT di bawah Ketua Umum Dr. Ir. Muhamad Taufik.
Menurut Ketua LKBH PSHT Jatim, komitmen yang sebelumnya disampaikan Ketua IPSI Jawa Timur tidak boleh berhenti sebatas pernyataan formal tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Pernyataan loyalitas kepada PB IPSI tidak boleh berhenti sebatas slogan dan pencitraan. Organisasi sebesar IPSI harus menunjukkan ketegasan, konsistensi, dan keberanian dalam menjalankan keputusan resmi organisasi,” tegas Dr. Adam Suwito dalam keterangannya.
LKBH PSHT Jatim menilai lambannya tindak lanjut terhadap instruksi PB IPSI berpotensi memunculkan polemik berkepanjangan di tengah warga PSHT maupun dunia pencak silat nasional. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mencederai marwah organisasi serta memunculkan persepsi lemahnya komitmen terhadap keputusan organisasi pusat.
Selain itu, pihaknya mengingatkan bahwa keputusan PB IPSI merupakan keputusan tertinggi organisasi yang wajib dihormati dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran IPSI di daerah tanpa pengecualian.
“Jika instruksi PB IPSI terus diabaikan, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan dan integritas kepemimpinan IPSI Jawa Timur. Jangan sampai muncul kesan ada pembangkangan terselubung terhadap keputusan organisasi,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, LKBH PSHT Jawa Timur juga mendesak IPSI Jawa Timur segera mengambil langkah konkret dan terbuka guna menyelesaikan persoalan yang dinilai telah memiliki dasar keputusan yang jelas dari PB IPSI.
Pihaknya menegaskan bahwa kepastian sikap sangat diperlukan demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persaudaraan warga PSHT, serta menjaga kehormatan IPSI sebagai induk organisasi pencak silat nasional.
“PSHT membutuhkan kepastian, bukan manuver berkepanjangan. Ketegasan hari ini akan menentukan wibawa organisasi di masa depan,” tutup pernyataan tersebut. (Tim)














