Berita

BUKAN KALENG-KALENG! 3 BULAN DI BAWAH KOMANDO JENDERAL SUYUDI, POLRI-BNN GAGALKAN 10,5 TON NARKOBA JARINGAN INTERNASIONAL

13
×

BUKAN KALENG-KALENG! 3 BULAN DI BAWAH KOMANDO JENDERAL SUYUDI, POLRI-BNN GAGALKAN 10,5 TON NARKOBA JARINGAN INTERNASIONAL

Share this article

BeritaPedia.news, JAKARTA — Perang terhadap mafia narkoba internasional menunjukkan hasil yang luar biasa. Hanya dalam kurun waktu 3 bulan, operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta jajaran Kepolisian Daerah (Polda) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan total barang bukti fantastis mencapai 10,5 ton.

Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata keseriusan negara dalam menyelamatkan generasi bangsa. Dari total pengungkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 59 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

Operasi besar-besaran ini mencakup berbagai modus operandi lintas negara yang berhasil dibongkar. Mulai dari penyergapan kapal pembawa narkoba di tengah laut Selat Malaka, pengungkapan jalur penyelundupan narkotika jenis ketamine 1,16 ton, hingga penggerebekan laboratorium narkoba skala besar di wilayah Aceh dan perbatasan Malaysia.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah harga mati dan menjadi prioritas utama institusi Polri.

“Ini adalah perang kita bersama. 10,5 ton narkoba yang kita gagalkan ini, jika sampai beredar, bisa merusak jutaan generasi muda Indonesia. Mafia narkoba boleh punya jaringan internasional, tapi kita harus lebih solid. Indonesia harus menang melawan narkoba,” tegas Jenderal Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Jenderal Suyudi yang diketahui merupakan mantan Kepala BNN RI tersebut menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para bandar untuk bermain di wilayah Indonesia.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran, dari Sabang sampai Merauke, untuk melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap bandar narkoba. Jangan kasih kendor. Kita sikat habis jaringannya, kita kejar sampai ke akarnya,” tambahnya dengan nada tegas.

Sementara itu, Kepala BNN RI yang turut hadir dalam rilis joint operation tersebut mengungkapkan bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci keberhasilan pengungkapan 10,5 ton narkoba tersebut.

“Keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi yang sangat baik antara BNN, Polri, dan Bea Cukai. Kami berbagi informasi intelijen, melakukan operasi bersama di laut, di darat, dan berhasil memutus mata rantai pasokan internasional. 59 tersangka yang kami amankan ini akan terus kami kembangkan untuk membongkar bandar besar di atasnya,” ujar Kepala BNN RI.

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di Perairan Selat Malaka, di mana tim gabungan berhasil menyergap kapal yang membawa lebih dari 1,16 ton narkoba jenis ketamine. Selain itu, penggerebekan laboratorium di Aceh juga berhasil mengamankan ratusan kilogram sabu siap edar yang rencananya akan diedarkan ke seluruh Indonesia dan ke luar negeri.

Pengamat kebijakan publik menilai, langkah cepat Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam 3 bulan pertama kepemimpinannya memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia tidak main-main dalam perang melawan narkoba.

Jika dikalkulasikan, 10,5 ton narkoba dengan asumsi 1 gram dapat merusak 1 orang, maka operasi ini telah berhasil menyelamatkan lebih dari 10,5 juta jiwa anak bangsa dari bahaya kecanduan dan kematian akibat narkotika.

Dengan slogan INDONESIA HARUS MENANG, Polri bersama BNN dan Bea Cukai berkomitmen untuk terus menggencarkan operasi serupa demi mewujudkan Indonesia Bersih dari Narkoba. (Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights