BeritaPedia.news, OKU Timur — Pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan tali silaturahmi disampaikan para sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten OKU Timur. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat persaudaraan, baik di lingkungan keluarga besar PSHT maupun di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di aula Pondok Pesantren di Pelita Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Selasa (29/9/2026).
Ketua Cabang PSHT Kabupaten OKU Timur, Rahmat Saleh, S.H., mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk senantiasa menjaga guyup rukun serta mempererat persatuan dan kesatuan.
Menurutnya, semangat persaudaraan sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila ketiga tentang Persatuan Indonesia.
“Sesuai dengan Pancasila sila ke-3 yaitu persatuan dan kesatuan, mari bersama-sama kita jaga guyup rukun antar saudara dan masyarakat,” ujar Rahmat Saleh.
Sementara itu, Ketua Dewan PSHT Cabang OKU Timur, Suratno, menekankan bahwa adanya perbedaan tidak semestinya menjadi penghalang untuk tetap menjaga kerukunan dan hubungan baik.
“Perbedaan bukan alasan untuk tidak guyup rukun, jika nyawiji terpaksa tidak memungkinkan, setidaknya saling menjaga, hormat menghormati, dan jaga silaturahmi,” tutur Suratno.
Pesan serupa disampaikan Sesepuh PSHT OKU Timur, Kiyai Abah Rumani Jauhari, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren di Pelita Jaya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama dengan mengedepankan sikap saling membina dan menghargai.
“Jaga silaturahmi, saling asah, saling asuh, dan tetap jaga persaudaraan,” pesan Kiyai Abah Rumani Jauhari.
Menurut para sesepuh, persaudaraan tidak hanya dimaknai sebagai hubungan di antara sesama warga PSHT, tetapi juga bagaimana setiap anggota mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat guyup rukun, saling menghormati, dan menjaga silaturahmi diharapkan dapat terus dipelihara sehingga perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari kehidupan bersama yang tetap dilandasi rasa persaudaraan.
Kegiatan di Pondok Pesantren Pelita Jaya tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan, terutama melalui sikap saling menghormati, saling mengasah, saling mengasuh, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat. (Gie)














