Example 728x250
Berita

Lomba PMR di OKU Timur Tak Sekadar Adu Prestasi, Pelajar Dilatih Siap Hadapi Situasi Darurat

43
×

Lomba PMR di OKU Timur Tak Sekadar Adu Prestasi, Pelajar Dilatih Siap Hadapi Situasi Darurat

Share this article

BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Lomba Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten OKU Timur tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan dan prestasi antarpelajar. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan untuk mengasah kepedulian, kekompakan hingga kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat.

Kegiatan kepalangmerahan itu digelar MA Nurul Fattah, Jalan Ihsan, Dusun Sri Mulyo, Desa Kotabaru Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Minggu (13/9/2026).

Lomba diikuti anggota PMR tingkat Madya dari sejumlah sekolah di Kabupaten OKU Timur. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 12 sekolah telah hadir dan terdaftar sebagai peserta.

Sejumlah kategori perlombaan disiapkan panitia, di antaranya lomba cipta tandu darurat, lomba tandu cepat rekor serta lomba video kreatif.

Kepala MA Nurul Fattah, Sucifto, ST, MM, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pembinaan kepalangmerahan di OKU Timur sekaligus meningkatkan keterampilan para anggota PMR.

Menurutnya, anggota PMR tidak cukup hanya memahami materi secara teori. Mereka juga perlu memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapan kami kegiatan kepalangmerahan di OKU Timur ini bisa tetap berjalan. Anak-anak tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Sucifto saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Ia menilai kemampuan membuat tandu darurat menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai anggota PMR. Terlebih, berbagai kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sejak usia pelajar.

“Materi kepalangmerahan dan pembuatan tandu darurat ini diharapkan bisa menjadi pegangan bagi anggota PMR apabila suatu saat terjadi bencana. Mereka harus memiliki kesiapan dan tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti itu,” katanya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi anggota PMR dari berbagai sekolah untuk bertemu, bertukar pengalaman dan membangun kerja sama.

Sucifto menambahkan, pembinaan peserta didik di MA Nurul Fattah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan PMR. Sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya, seperti pramuka, hadroh, menjahit dan tahfiz.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai minatnya. PMR menjadi salah satu wadah untuk membentuk kepedulian, kedisiplinan dan kesiapsiagaan mereka,” jelasnya.

Kenalkan Pendidikan Nurul Fattah

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Yayasan Pendidikan Pesantren Nurul Fattah kepada masyarakat.

Yayasan tersebut menaungi sejumlah satuan pendidikan, mulai dari RA Nurul Fattah, MI Nurul Fattah, MTs Nurul Fattah, SMP Tahfiz, MA Nurul Fattah hingga pondok pesantren.

Sucifto mengatakan keberadaan berbagai jenjang pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan kepada masyarakat dalam menentukan pendidikan formal sekaligus pendidikan keagamaan dan kepesantrenan bagi anak.

“Kami mengajak masyarakat yang ingin menyekolahkan maupun memondokkan anaknya, bisa datang dan melihat langsung Yayasan Pendidikan Pesantren Nurul Fattah. Di sini tersedia beberapa jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs, SMP Tahfiz, MA hingga pondok pesantren,” ujar Sucifto.

Ia berharap Nurul Fattah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan serta mengembangkan potensi peserta didik.

“Kami ingin Nurul Fattah bisa menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan sekaligus pembinaan karakter. Jadi bagi masyarakat yang membutuhkan pilihan sekolah maupun pendidikan pesantren untuk anak, kami terbuka dan siap memberikan informasi serta pelayanan sebaik mungkin,” ucapnya.

PMR Jadi Ruang Belajar dan Berlatih

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pembina PMR MA Nurul Fattah, Heri, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari momentum memperingati Hari Palang Merah Indonesia yang diperingati setiap 3 September serta menyambut Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 September.

Menurut Heri, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat kepalangmerahan di kalangan pelajar sekaligus mempertemukan anggota PMR dari berbagai sekolah.

“Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini kami harapkan menjadi tempat bagi anggota PMR untuk saling belajar, berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kategori perlombaan memiliki tujuan pembelajaran tersendiri. Lomba cipta tandu darurat mendorong peserta memahami pembuatan alat evakuasi sederhana, sedangkan lomba tandu cepat menguji kecepatan, ketepatan dan kekompakan tim.

“Yang kami tekankan bukan hanya siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami materi, mampu bekerja sama dan memiliki kesiapan apabila suatu saat dibutuhkan dalam kondisi darurat,” katanya.

Heri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga pembinaan PMR di OKU Timur tidak berhenti pada perlombaan, tetapi berkembang menjadi proses pendidikan dan latihan yang berkesinambungan.

Bagi para peserta, perlombaan menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini diperoleh melalui latihan di sekolah. Mereka juga dapat belajar dari peserta lain serta mengetahui sejauh mana kemampuan tim dalam menyelesaikan berbagai tantangan.

Salah seorang peserta, Siska, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena peserta tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan menerapkan teknik yang telah dipelajari.

“Bagi kami lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah. Kami bisa belajar dari peserta lain, menambah pengalaman dan mengetahui kemampuan kami sejauh mana,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga anggota PMR memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih, meningkatkan keterampilan dan bertemu dengan pelajar dari sekolah lain.

“Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena kami bisa mendapatkan pengalaman baru dan semakin terbiasa bekerja sama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights