BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polres OKU Timur. Pada Kamis (10/9/2026), personel Polsek Madang Suku I melaksanakan ground check terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui pemantauan Command Center 110 Polres OKU Timur dan aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 10.30 WIB hingga selesai. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap titik koordinat yang terpantau berada di wilayah Desa Rasuan Darat, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur.
Titik panas tersebut berada pada koordinat -3.994330, 104.534360. Berdasarkan notifikasi deteksi titik panas, lokasi terpantau melalui satelit SNPP dengan tingkat confidence 8 atau kategori medium. Deteksi tersebut tercatat pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.48 WIB dengan radius deteksi mencapai 1.125 meter.
Dalam pelaksanaan ground check, personel kepolisian yang diterjunkan terdiri dari Aiptu Triyono dan Aipda Saleh, dengan didukung perangkat desa serta masyarakat peduli karhutla.
Dari hasil pengecekan di lapangan, titik panas berada pada kawasan rawa persawahan dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar setengah hektare.
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi api telah padam. Meski demikian, petugas menemukan sisa-sisa bara api dan kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Kapolsek Madang Suku I Iptu Dodi Mardani SH MM CPM mengatakan, ground check dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap setiap informasi titik panas yang terdeteksi oleh sistem pemantauan.
“Setiap titik hotspot yang terpantau kami lakukan pengecekan langsung di lapangan. Hal ini untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah api kembali meluas,” ujar Iptu Dodi Mardani.
Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pemilik lahan maupun penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk pemilik lahan dan penyebab kebakaran masih kami lakukan lidik. Yang terpenting, ketika ditemukan adanya sisa bara api, petugas langsung melakukan pemadaman agar tidak menimbulkan potensi kebakaran lanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan perangkat desa dan masyarakat dalam upaya mitigasi karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran, khususnya pada kawasan lahan rawa dan persawahan.
Sementara itu, Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara SH SIK MH MSi melalui jajaran Polsek Madang Suku I terus mendorong personel untuk melakukan deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap laporan maupun notifikasi titik panas.
“Deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanggulangan karhutla. Setiap informasi hotspot harus ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” demikian pesan yang disampaikan melalui jajaran Polres OKU Timur.
Kegiatan ground check dan mitigasi titik hotspot tersebut dilaporkan telah selesai dilaksanakan melalui sistem aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Madang Suku I dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.














