BeritaPedia.news, OGAN KOMERING ILIR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Nurul Huda (UNUHA) menggelar sosialisasi bertajuk “Stop Bullying dengan Adab dan Akhlak Mulia” di SD Negeri 2 Suka Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan dan pembentukan karakter yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak mulia.
Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa kelas V dan VI yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa KKN mengajak para siswa memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan menghadirkan dua pemateri, yakni Ilham Firmansyah dan Zulfa Nindia. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital (cyberbullying). Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku.
Selain membahas bahaya bullying, mahasiswa KKN turut mengajak siswa membiasakan perilaku yang mencerminkan adab dan akhlak mulia, seperti berkata sopan, menghormati guru, menyayangi teman, menghargai perbedaan, serta saling membantu tanpa membedakan latar belakang.
Ketua Kelompok KKN 11 Universitas Nurul Huda mengatakan bahwa pendidikan karakter harus ditanamkan sejak usia sekolah agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati dan rasa hormat terhadap sesama.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan, tetapi dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius. Dengan membiasakan adab yang baik dan akhlak mulia, kami berharap mereka dapat menjadi generasi yang saling menghormati dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemateri, Ilham Firmansyah, menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa edukasi tentang perundungan perlu terus dilakukan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak sangat aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan mereka memiliki kepedulian terhadap isu bullying. Kami berharap setelah kegiatan ini mereka semakin berani menolak segala bentuk perundungan dan menjadi teladan dalam bersikap baik kepada teman-temannya,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka tidak hanya menjawab pertanyaan dari pemateri, tetapi juga menyampaikan pengalaman serta pandangan mereka mengenai pentingnya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN 11 Universitas Nurul Huda berharap nilai-nilai yang telah disampaikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menumbuhkan budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi adab serta akhlak mulia, diharapkan SDN 2 Suka Mulya dapat menjadi lingkungan belajar yang harmonis, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. (Gie)














