BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Huda (UNUHA) Kelompok 01 Desa Cahya Maju terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui program implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mempercepat digitalisasi transaksi dan meningkatkan daya saing usaha lokal di era ekonomi digital.
Program yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Desa Cahya Maju masih mengandalkan sistem pembayaran tunai.
Sementara itu, pola transaksi masyarakat terus berkembang dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital melalui transfer bank maupun QRIS yang dinilai lebih praktis, cepat, dan aman.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNUHA memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM, mulai dari sosialisasi manfaat transaksi digital, proses pendaftaran QRIS, hingga edukasi mengenai tata cara penggunaan dan pengelolaan transaksi non-tunai dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Ketua Kelompok KKN UNUHA Desa Cahya Maju, Noval Rahmadani, mengatakan bahwa implementasi QRIS menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, tetapi kebutuhan bagi pelaku usaha. Melalui QRIS, kami berharap UMKM di Desa Cahya Maju dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan profesional sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas peluang usaha,” ujar Noval.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM. Mereka mengaku penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam menerima pembayaran tanpa harus menyediakan uang tunai atau uang kembalian. Selain itu, transaksi juga tercatat secara otomatis sehingga lebih mudah dalam mengelola keuangan usaha.
Salah seorang pelaku UMKM, Robiatul Ahadiah, mengaku merasakan manfaat langsung dari pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN.
“Selama ini kami lebih sering menerima pembayaran tunai. Setelah mendapatkan pendampingan QRIS, kami jadi lebih siap melayani pelanggan yang ingin membayar secara digital. Ini tentu sangat membantu usaha kami agar bisa mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh tersedianya akses internet yang memadai, kepemilikan rekening bank oleh sebagian besar pelaku usaha, serta tingginya penggunaan telepon pintar di kalangan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di tingkat desa.
Kepala Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas, S.H., memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas Nurul Huda yang dinilai mampu memberikan solusi nyata bagi pengembangan UMKM di desa.
“Kami sangat mengapresiasi program implementasi QRIS yang digagas mahasiswa KKN UNUHA. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM agar mampu berkembang mengikuti kemajuan teknologi serta menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Cahya Maju, dan para pelaku UMKM, implementasi QRIS diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dalam mendorong terwujudnya UMKM Desa Cahya Maju yang lebih modern, adaptif, serta siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia. (Gie)














