BeritaPedia.news, OKU TIMUR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurul Huda (UNUHA) Kelompok 01 Desa Cahya Maju melaksanakan program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui implementasi branding logo pada kemasan produk kerupuk.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal agar lebih dikenal masyarakat dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Program tersebut lahir dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan bahwa usaha produksi kerupuk di Desa Cahya Maju telah berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat.
Namun, produk yang dipasarkan masih menggunakan kemasan sederhana tanpa identitas merek, sehingga kurang menarik perhatian konsumen dan sulit bersaing dengan produk sejenis di pasaran.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan merancang logo sebagai identitas produk.
Kegiatan diawali dengan diskusi bersama pemilik usaha mengenai karakteristik produk, dilanjutkan proses desain logo yang mencerminkan ciri khas usaha, hingga penerapan logo pada kemasan kerupuk.
Ketua KKN UNUHA Kelompok 01 Desa Cahya Maju, Noval Rahmadani, mengatakan bahwa branding merupakan salah satu strategi penting dalam pengembangan UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Produk yang berkualitas perlu didukung dengan identitas yang kuat. Logo bukan sekadar pembeda, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan nilai jual produk. Kami berharap melalui program ini, UMKM di Desa Cahya Maju semakin percaya diri memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas,” ujar Noval.
Selain membantu pembuatan logo, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kemasan yang menarik sebagai media promosi. Menurut mereka, kemasan yang memiliki identitas merek akan lebih mudah dikenali konsumen, meningkatkan loyalitas pelanggan, sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Pelaku UMKM kerupuk, Sarmad, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Selama ini produk kerupuk yang diproduksinya belum memiliki identitas merek yang dapat membedakan dengan produk lainnya.
“Kami sangat bersyukur karena sekarang produk kerupuk kami sudah memiliki logo sendiri. Harapannya, kemasan yang lebih menarik ini bisa membuat produk kami semakin dikenal masyarakat dan penjualannya terus meningkat,” ungkap Sarmad.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Desa Cahya Maju. Kepala Desa Cahya Maju, Zaifikri Ilyas, S.H., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor UMKM.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Nurul Huda yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi pelaku UMKM. Branding produk merupakan langkah penting agar produk lokal memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Zaifikri.
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pelaku usaha, dan pemerintah desa menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui program implementasi branding logo ini, mahasiswa KKN UNUHA berharap identitas merek yang telah dibuat dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku usaha.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan nilai tambah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi desa.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin, produk-produk unggulan Desa Cahya Maju diharapkan semakin berkembang, memiliki identitas yang kuat, dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif. (Gie)














