BeritaPedia.news, OKU Timur — Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang telah meninggal dunia di saluran irigasi tersier, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban diketahui bernama Harli bin Sulaiman (55), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Belitang Mulya. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Haryanto alias Gaplek bin Pawiro Utomo, dalam kondisi tersangkut di bendungan sementara yang digunakan untuk mengaliri areal persawahan.
Kapolsek Belitang II, IPTU Toni Aji, S.H., M.H., mengatakan, setelah menerima informasi dari masyarakat, dirinya langsung memerintahkan personel untuk mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan sesuai prosedur.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel menuju lokasi. Namun saat petugas tiba, jenazah korban telah dievakuasi oleh warga dan dibawa ke rumah duka atas permintaan pihak keluarga,” ujar IPTU Toni Aji.
Selanjutnya, personel Polsek Belitang II berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Purwodadi, yakni dr. Mutia bersama Bidan Yuni Astriana, A.Md.Keb., untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan lecet pada bagian kepala korban. Sementara itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka yang disebabkan oleh benda tajam ataupun benda tumpul pada tubuh korban.
Dari keterangan saksi dan keluarga, korban diketahui sering mandi dan buang air besar di saluran irigasi tersebut. Sebelum kejadian, sekitar pukul 08.00 WIB, adik korban, Mahin bin Sulaiman, masih melihat korban berada di rumah dalam kondisi kurang sehat sebelum berangkat ke sawah.
Menurut keterangan keluarga, korban memiliki kelainan fisik sejak lahir pada bagian kepala, mengalami penurunan daya ingat, dan sedang dalam kondisi sakit.
Dugaan sementara, korban terpeleset ke saluran irigasi yang memiliki arus cukup deras sehingga tidak mampu menyelamatkan diri. Dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal di lapangan.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, pihak keluarga telah menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi,” jelas Kapolsek.
Dalam penanganan peristiwa tersebut, personel Polsek Belitang II melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi.
Mendata para saksi, mengamankan barang bukti berupa kaos yang dikenakan korban saat ditemukan, hingga membantu proses pemakaman dengan mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman umum menggunakan mobil patroli.
Polsek Belitang II juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar saluran irigasi, terutama bagi warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu maupun saat arus air sedang deras, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa. (Wie)














