Example 728x250
Berita

Pemkab OKU Timur Perkuat Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Jadi Kunci Membangun Generasi Berkualitas

505
×

Pemkab OKU Timur Perkuat Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Jadi Kunci Membangun Generasi Berkualitas

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut menempatkan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Persiapan Pembelajaran PAUD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD dan Bunda PAUD Kecamatan di Aula Handayani Disdikbud OKU Timur, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., yang menekankan pentingnya pendidikan sejak usia dini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia.

“Masa usia dini merupakan periode emas perkembangan anak. Karena itu, pendidikan pada tahap ini sangat penting untuk membentuk karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan anak dalam mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya,” ujar Sheila.

Menurutnya, Program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya berfokus pada pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan prasekolah yang berkualitas sebelum memasuki sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten OKU Timur terus memperkuat pendataan dan pendampingan terhadap anak usia dini melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, kader PKK, kader Posyandu, hingga pemerintah desa dan kelurahan.

Sheila menjelaskan bahwa salah satu program yang terus digalakkan adalah Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Program tersebut bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang ramah anak dan bebas dari tekanan akademik berlebihan.

“Kami ingin anak-anak memasuki jenjang sekolah dasar dengan rasa senang dan percaya diri. Oleh karena itu, tes membaca, menulis, dan berhitung tidak boleh dijadikan syarat penerimaan peserta didik baru di SD,” tegasnya.

Selain aspek pendidikan, pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) juga terus diperkuat. Melalui program ini, kebutuhan anak tidak hanya dipenuhi dari sisi pembelajaran, tetapi juga kesehatan, gizi, perlindungan, serta kesejahteraan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Sheila juga memaparkan pelaksanaan program “Gedor Pintu” dan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dilakukan secara langsung hingga ke tingkat desa dan keluarga.

“Kami hadir langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan mengajak orang tua memahami pentingnya pendidikan anak usia dini. Tujuannya agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi bersama oleh orang tua, sekolah, dan pemerintah.

“Anak-anak saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penggunaan gawai yang berlebihan hingga perilaku yang tidak sesuai usia. Karena itu, peran keluarga sangat penting dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Wakimin menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta mendukung keberhasilan pendidikan anak.

“Pendidikan bukan hanya tugas guru. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak di lingkungan keluarga,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten OKU Timur. Salah satunya dengan mengembalikan anak-anak yang sempat berhenti sekolah agar kembali memperoleh hak pendidikan mereka.

“Jika masyarakat menemukan anak yang belum bersekolah atau putus sekolah, segera laporkan kepada kami. Jangan sampai ada generasi muda yang kehilangan masa depan karena tidak mendapatkan akses pendidikan,” tegas Wakimin.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten OKU Timur berupaya memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara. Langkah tersebut diyakini menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi unggul yang akan menentukan kemajuan daerah di masa mendatang. (Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights