BeritaPedia.news, OKU Timur – Menyikapi tingginya intensitas curah hujan yang kerap mengguyur pada sore hingga malam hari, jajaran Polsek Buay Pemuka (BP) Peliung Polres OKU Timur bergerak cepat melakukan monitoring debit air.
Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir di permukiman warga yang berada di bantaran sungai, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan pemantauan yang dimulai sekira pukul 09.45 WIB tersebut dilaksanakan oleh personel piket fungsi Polsek BP Peliung, yang terdiri dari Aiptu Ibnu, Aipda Haryadi, dan Brigadir Harry Triatmanto, S.H.
Petugas menyisir sejumlah titik krusial yang dikategorikan sebagai daerah rawan genangan dan luapan air di wilayah hukum Polsek BP Peliung.
Lokasi tersebut meliputi sepanjang aliran sungai irigasi, Jembatan Sungai Tuha di Desa Banuayu, area bawah jembatan Desa Bantan Pelita, hingga kawasan permukiman bantaran Sungai Komering di Desa Pulau Negara dan Desa Negeri Agung.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, volume air di sepanjang aliran Sungai Komering saat ini menunjukkan tren yang stabil dan kondisinya dipastikan masih berada dalam batas aman.
Kapolsek BP Peliung menegaskan bahwa meskipun hasil monitoring saat ini menunjukkan status aman, kesiapsiagaan personel dan masyarakat tidak boleh dikendorkan.
“Alhamdulillah, dari laporan personel di lapangan, debit air Sungai Komering saat ini sudah mulai normal dan masih dalam kategori aman dari area pemukiman warga. Namun, mengingat hujan sering turun dengan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari, kami tetap bersiaga,” ujar Kapolsek BP Peliung saat memberikan konfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Di tempat terpisah, Aiptu Ibnu di sela-sela kegiatan monitoring turut memberikan imbauan langsung kepada warga yang tinggal di pinggiran daerah aliran sungai (DAS) agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
“Kami meminta warga, khususnya di Desa Pulau Negara dan Negeri Agung, untuk selalu memantau perkembangan ketinggian air secara mandiri, terutama saat hujan lebat melanda di malam hari. Segera laporkan kepada kades atau personel Bhabinkamtibmas jika melihat ada kenaikan air yang signifikan agar langkah evakuasi bisa dilakukan sedini mungkin,” pungkas Aiptu Ibnu.
Hingga kegiatan monitoring selesai, situasi di seluruh titik pengawasan terpantau aman terkendali, dan arus lalu lintas di sekitar jembatan-jembatan penghubung tetap berjalan dengan lancar. (Gie)














