Example 728x250
Berita

Antisipasi Lonjakan Jelang Idul Adha, Pemkab OKU Timur dan TPID Pelototi Harga Pangan di Pasar

837
×

Antisipasi Lonjakan Jelang Idul Adha, Pemkab OKU Timur dan TPID Pelototi Harga Pangan di Pasar

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU Timur) bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Guna mengantisipasi permainan harga dan kelangkaan barang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan gudang logistik.

Sidak yang berlangsung pada Senin (18/5/2026) ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Timur, H. Rusman, S.E., M.M. Penyisiran dimulai dari kawasan Pasar Martapura hingga berakhir di Gudang Bulog, dengan mengikutsertakan unsur Polres OKU Timur serta dinas teknis terkait.

Langkah taktis ini diambil untuk melihat langsung dinamika harga di tingkat pedagang serta memutus potensi gejolak pasar yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Seluruh tim kabupaten meninjau langsung dalam rangka sidak lapangan menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Sekda OKU Timur, H. Rusman, di sela-sela peninjauan.

Pantauan Harga: Daging dan Cabai Merangkak Naik

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, mayoritas harga komoditas pokok di OKU Timur terpantau masih relatif aman. Harga beras, misalnya, bertahan di angka Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Meski demikian, tren kenaikan mulai terlihat pada komoditas daging sapi dan cabai. Harga daging yang biasanya berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000, kini merangkak naik ke angka Rp145.000 per kilogram. Namun, pemerintah menilai fluktuasi ini masih dalam batas toleransi.

“Kenaikannya tidak begitu signifikan. Bahkan masih ada pedagang yang menjual di harga Rp140.000 jika ditawar,” kata Rusman menjelaskan kondisi harga daging.

Sementara itu, lonjakan cukup terasa pada komoditas cabai rawit yang menyentuh angka Rp70.000 per kilogram, disusul cabai merah yang fluktuatif di kisaran Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram. Walau ada kenaikan, TPID memastikan daya beli masyarakat sejauh ini belum terganggu secara makro.

Kawal HET Minyak Goreng dan Siapkan Operasi Pasar

Selain memantau daging dan bumbu dapur, distribusi minyak goreng subsidi juga mendapat perhatian serius. Untuk mencegah aksi spekulan yang menaikkan harga sepihak, Pemkab OKU Timur bersama Bulog bakal memperketat pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satu strateginya adalah dengan memasang media informasi secara masif di titik-titik penjualan.

“Untuk minyak kita, nanti akan dipasang informasi HET tertinggi Rp15.700. Masyarakat kami harapkan membeli di agen resmi yang sudah bekerja sama dengan Bulog,” tegas Rusman.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemkab OKU Timur juga sudah mengunci skema intervensi pasar jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan barang atau lonjakan harga yang tak terkendali di hari-hari mendatang.

“Langkah kami tetap melakukan monitoring. Jika ada kelangkaan atau kebutuhan mendesak, Bulog bersama dinas terkait akan langsung turun melaksanakan operasi pasar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Di akhir peninjauan, Pemkab OKU Timur memberikan sinyal positif kepada publik bahwa stok pangan di bumi “Sebiduk Sehaluan” ini dipastikan aman hingga hari raya nanti. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan proporsional.

“Kami pemerintah ada di tengah-tengah masyarakat. Untuk menjelang Hari Raya Iduladha ini, sampai saat ini kondisi masih aman dan terkendali. Mudah-mudahan hingga hari H tetap aman,” pungkas Rusman. (Rls)


Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights