“Kita dituntut tetap mampu bergerak dan mendukung program pembangunan daerah dengan penuh keikhlasan dan pengabdian,” katanya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten OKU Timur, Monica Patriana Rusman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DWP Provinsi Sumsel beserta rombongan yang dinilai memberi motivasi dan semangat baru bagi pengurus daerah.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan antar waktu dilakukan sebagai langkah memperkuat soliditas organisasi agar tetap berjalan optimal serta mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan anggota dan masyarakat.
“Dharma Wanita Persatuan harus menjadi organisasi yang aktif, profesional, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Menurut Monica, kekompakan dan sinergi antaranggota menjadi modal utama agar organisasi tidak hanya hadir sebagai formalitas, tetapi benar-benar menjadi wadah pengabdian perempuan dalam mendukung keluarga dan pembangunan sosial.
Pesan penuh perhatian juga disampaikan Penasehat DWP Kabupaten OKU Timur, Sheila Noberta. Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
“Amanah ini adalah janji. Janji untuk menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan organisasi dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan media sosial di tengah era digital yang serba terbuka. Menurutnya, sikap dan perilaku anggota DWP, khususnya istri pejabat dan ASN, turut mempengaruhi citra keluarga maupun institusi.
“Kita belajar dari banyak kejadian. Ada karier yang runtuh karena perilaku yang tidak bijak di media sosial. Karena itu, pikirkan kembali setiap unggahan, apakah memberi manfaat atau justru menimbulkan polemik,” pesannya.
Ia berharap DWP mampu menghadirkan program-program nyata di bidang pendidikan, sosial budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat etika sosial, serta mendukung pembangunan daerah di tengah perubahan zaman yang terus berkembang. (*)














