BeritaPedia.news, OKU Timur – Personel Polsek Buay Pemuka Peliung (BP Peliung) Polres OKU Timur melakukan monitoring debit air di sejumlah area pemukiman warga yang berada di bantaran Sungai Komering, Senin (11/5/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan sekitar pukul 09.40 WIB sebagai langkah antisipasi dampak curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah hukum Polsek BP Peliung.
Monitoring dilaksanakan oleh personel piket fungsi Polsek BP Peliung yakni Aipda Haryadi, Bripka Hendrawan dan Brigpol Harry Triatmanto, S.H.
Kapolsek BP Peliung menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan di sejumlah titik rawan banjir guna memastikan kondisi debit air Sungai Komering tetap aman bagi masyarakat.
“Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan dan memastikan kondisi pemukiman warga di bantaran Sungai Komering tetap aman,” ujar pihak Polsek BP Peliung.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran monitoring meliputi sepanjang aliran sungai irigasi wilayah hukum Polsek BP Peliung, Jembatan Sungai Tuha Desa Banuayu, bawah Jembatan Desa Bantan Pelita, serta area pemukiman bantaran Sungai Komering di Desa Pulau Negara dan Desa Negeri Agung.
Dari hasil pengecekan di lapangan, debit air Sungai Komering diketahui mulai kembali normal dan belum mengancam pemukiman masyarakat di sekitar bantaran sungai.
“Saat ini debit air Sungai Komering masih dalam kategori normal dan aman dari area pemukiman warga di pinggiran sungai,” jelasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mencatat curah hujan di wilayah hukum Polsek BP Peliung umumnya terjadi pada sore hingga malam hari.
Brigpol Harry Triatmanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dan debit air sungai.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan debit air,” ungkapnya.
Polsek BP Peliung juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi peningkatan debit air ataupun kondisi darurat lainnya guna mempermudah langkah penanganan cepat di lapangan.














