Example 728x250
Berita

Nuansa Budaya OKU Timur Warnai Halal Bihalal Perantau Sumbagsel di Palembang

8
×

Nuansa Budaya OKU Timur Warnai Halal Bihalal Perantau Sumbagsel di Palembang

Share this article

BeritaPedia.news, Palembang — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, Palembang, Sabtu (25/4/2026).

Denting musik kulintang khas Kabupaten OKU Timur yang mengalun sejak awal acara menjadi penanda kuat hadirnya identitas budaya daerah dalam forum tersebut.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah se-Sumbagsel, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta para gubernur dari Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., turut hadir di tengah ribuan undangan dan merasakan langsung suasana kekeluargaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut.

“Rasanya hangat sekali, karena kita tetap saling terhubung meski sudah jauh dari kampung halaman,” ujar Lanosin di sela acara.

Selain alunan kulintang, wastra khas OKU Timur berupa angkinan juga tampil dalam pergelaran busana daerah, berdampingan dengan kain tradisional dari berbagai provinsi di Sumbagsel.

Kehadiran angkinan menjadi simbol jati diri daerah yang diperkenalkan di panggung yang lebih luas.

“Angkinan itu bukan hanya kain, tapi cerita tentang asal-usul kita,” tambah Lanosin.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi kawasan Sumbagsel yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kita ini besar, tapi kalau sendiri-sendiri tidak akan kuat,” ujarnya.

Ia mendorong adanya sinergi antarprovinsi melalui langkah konkret, termasuk penyusunan peta jalan pembangunan bersama.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya realisasi program yang terukur dan berdampak nyata.

“Fokus saja pada program yang bisa selesai dalam tiga tahun ke depan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan tol sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan.

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengingatkan bahwa Sumbagsel memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban sejak era Sriwijaya, yang harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata saat ini.

“Ini bukan feodalisme, tapi bagaimana kita bangga sebagai warga Sumbagsel dan siap berkontribusi,” katanya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah kegiatan perdana ini.

“Kami bangga Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum mempererat kebersamaan lintas daerah.

“Semoga keakraban ini menjadi langkah bersama untuk membangun daerah kita, tanpa melupakan kepentingan nasional,” tuturnya.

Bupati Lanosin berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Kalau kebersamaan ini terus terjaga, dampaknya akan terasa ke masyarakat, pelan, tapi nyata,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen para perantau, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan kawasan Sumatera Bagian Selatan secara berkelanjutan. (Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights