Example 728x250
Berita

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemerintah Dorong Tanam Cepat dan Perkuat Organisasi Petani di OKU Timur

74
×

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemerintah Dorong Tanam Cepat dan Perkuat Organisasi Petani di OKU Timur

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya menghadapi ancaman perubahan iklim, khususnya fenomena El Nino, terus diperkuat pemerintah melalui percepatan tanam dan penguatan kelembagaan petani.

Langkah tersebut diwujudkan dalam kegiatan gerakan tanam padi yang dipusatkan di Desa Sidomakmur, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum strategis dengan dilantiknya pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031.

Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum DPN HKTI, Dr. Sudaryono, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah krusial dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.

“Percepatan tanam menjadi kunci agar produksi tetap terjaga di tengah perubahan iklim. Ini langkah konkret untuk melindungi sektor pangan nasional,” ujar Sudaryono di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, fenomena El Nino dapat memicu penurunan curah hujan dan kekeringan yang berdampak langsung pada hasil panen serta pola tanam petani.

Menurut Sudaryono, keberadaan HKTI harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan petani hingga ke tingkat desa. Dengan begitu, setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.

“Organisasi ini harus hadir langsung di tengah petani. Bukan hanya simbol, tetapi benar-benar menjadi solusi,” tegasnya.

Di lokasi persawahan, kegiatan percepatan tanam dilakukan menggunakan alat mesin pertanian modern, seperti rice transplanter, guna meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mempercepat masa tanam.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi petani dalam menjaga stabilitas sektor pertanian.

“Pertanian adalah fondasi ekonomi daerah. Karena itu, HKTI harus berjalan seiring dengan pemerintah dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib petani,” katanya.

Ia juga meminta kepengurusan yang baru dilantik untuk tidak hanya bersifat administratif, tetapi aktif turun ke lapangan mendorong peningkatan produktivitas melalui berbagai inovasi.

Pelantikan pengurus DPD HKTI Sumatera Selatan menetapkan Budiarto Marsul sebagai ketua. Dalam sambutannya, ia menyatakan komitmen untuk menjadikan HKTI sebagai wadah perjuangan petani sekaligus ruang konsolidasi dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

“HKTI harus menjadi rumah besar petani. Di sinilah aspirasi dihimpun dan solusi dirumuskan bersama,” ujar Budiarto.

Ia menambahkan, modernisasi pertanian menjadi hal yang tidak bisa dihindari, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi petani, diharapkan Sumatera Selatan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional di tengah ancaman krisis iklim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Harian HKTI Bachtiar Utomo, Direktur Utama Pusri Maryono, Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Wakil Bupati OKU Selatan Misnadi, Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno, serta undangan lainnya. (*)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights