Example 728x250
Berita

Kisah Lansia di Nias Viral, Meteran Listrik Dicabut Karena Terlalu Hemat

182
×

Kisah Lansia di Nias Viral, Meteran Listrik Dicabut Karena Terlalu Hemat

Share this article

BeritaPedia.news, Nias Sumatera Utara — Kisah pilu dialami pasangan lanjut usia (lansia) di wilayah Nias, Sumatera Utara, setelah meteran listrik di rumah mereka dicabut oleh petugas. Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai simpati dari banyak warganet.

Cerita ini pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Tanti yang mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut saat berada di kampung halaman mertuanya di Nias.

Menurut penuturannya, saat itu ia melihat beberapa petugas dari perusahaan listrik datang ke sebuah rumah sederhana milik pasangan lansia. Rasa penasaran membuatnya mendekat untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Awalnya saya hanya lewat dan melihat ada beberapa petugas datang ke rumah kecil itu. Karena penasaran, saya mendekat dan bertanya kepada warga sekitar,” ujar Tanti dalam unggahannya di media sosial.

Di rumah tersebut tinggal seorang kakek berusia sekitar 83 tahun bersama istrinya. Pasangan lansia itu diketahui hidup dalam kondisi sederhana dengan penggunaan listrik yang sangat terbatas.

Sang nenek menceritakan bahwa sebelumnya mereka telah mengajukan permohonan agar meteran listrik di rumahnya mendapatkan subsidi. Permohonan tersebut, kata dia, telah disetujui sejak Februari 2025.

“Katanya sudah disetujui sejak Februari 2025. Jadi kami jarang beli token karena listrik yang dipakai juga sedikit,” tutur sang nenek kepada Tanti.

Ia menjelaskan, di rumah tersebut hanya terdapat tiga lampu berdaya rendah dan sebuah rice cooker yang digunakan sesekali untuk memasak.

Bahkan, menurutnya, pengisian token listrik terakhir dilakukan pada Desember 2025 dan hingga saat ini masih mencukupi karena pemakaian yang sangat hemat.

Namun kondisi tersebut justru menimbulkan kecurigaan dari petugas yang datang ke rumah mereka. Petugas mempertanyakan mengapa token listrik yang digunakan tidak cepat habis.

Tak lama setelah itu, meteran listrik di rumah pasangan lansia tersebut dicabut dan diganti dengan perangkat yang baru.

Selain itu, pasangan lansia tersebut juga diminta membayar biaya sebesar Rp600 ribu. Biaya tersebut disebut berasal dari dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang mereka terima.

“Saya kasihan melihat kondisi mereka. Hidupnya sangat sederhana, listriknya pun hanya dipakai untuk lampu dan sesekali memasak,” kata Tanti.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang menyampaikan rasa empati terhadap pasangan lansia tersebut serta berharap ada penjelasan dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN maupun instansi terkait mengenai kejadian yang dialami pasangan lansia di Nias tersebut. (*)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights