BeritaPedia.news, OKU Timur – Aksi balap liar kembali meresahkan masyarakat di wilayah Ogan Komering Ulu Timur. Berdasarkan pantauan awak media, kegiatan tersebut terjadi pada Minggu dini hari (1/3/2026) sekitar pukul 02.20 WIB di Jalan Raya Belitang, tepatnya di antara BK 9 hingga BK 10.
Balap liar tersebut menyebabkan kemacetan parah karena para pembalap dan penonton memadati badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lapangan dilakukan awak media bersama kader HMI Cabang OKU Timur, salah satunya Anton Sumarta, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (Kabid PPD). Ia menyaksikan langsung aktivitas balap liar yang berlangsung hingga larut malam.
Ironisnya, aksi tersebut dilakukan tepat di depan bangunan masjid sekaligus pesantren, sehingga dinilai tidak menghormati nilai-nilai keagamaan, terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan.
Anton Sumarta menyayangkan masih maraknya balap liar di kawasan tersebut.
“Balap liar ini sangat membahayakan. Selain mengancam keselamatan, juga mengganggu ketertiban umum dan aktivitas ibadah masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Dalam kesempatan itu, HMI Cabang OKU Timur juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak negatif balap liar, di antaranya:
- Meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
- Mengganggu aktivitas pengguna jalan.
- Mengganggu kekhusyukan ibadah masyarakat di bulan Ramadan.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang OKU Timur, Nur Fitria, menegaskan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam menertibkan aksi tersebut.
“Kami meminta pihak berwenang untuk bertindak lebih tegas. Penertiban harus dilakukan secara konsisten agar menimbulkan efek jera dan tidak terus berulang,” tegasnya.
HMI berharap adanya sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan, khususnya di wilayah rawan balap liar.
Dengan langkah yang tegas dan berkelanjutan, diharapkan situasi kamtibmas di OKU Timur dapat tetap kondusif, terutama selama bulan Ramadan. (Gie)














