BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan oleh jajaran Polsek Madang Suku I. Pada Jumat (21/11/2025), Bhabinkamtibmas Polsek Madang Suku I Brigpol Suyudi melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi karhutla di Desa Tebing Sari Mulya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur.
Kegiatan tersebut menyasar warga desa untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla dan bagaimana cara mencegahnya. Dalam sosialisasinya, Brigpol Suyudi menekankan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan juga peran aktif masyarakat.
“Kami mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, hal ini dapat memicu karhutla yang merugikan banyak pihak,” ujar Brigpol Suyudi.
Ia juga menjelaskan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat, termasuk memastikan kondisi lahan tetap lembap saat musim kemarau, menghindari pembuangan puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila terlihat asap atau titik api.
“Pencegahan dini jauh lebih baik daripada penanganan setelah api membesar. Jika ada tanda-tanda karhutla, segera laporkan kepada perangkat desa atau Bhabinkamtibmas,” tambahnya.
Kapolsek Madang Suku I Iptu Dodi Mardani, S.H., M.M., C.P.M, memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Polsek Madang Suku I berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi karhutla.
“Karhutla bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tegas Kapolsek.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mencegah terjadinya karhutla.
Kegiatan sosialisasi di Desa Tebing Sari Mulya ini diharapkan semakin meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan serta siap bertindak cepat apabila terjadi potensi kebakaran hutan dan lahan. (Gie)















