BeritaPedia.news, OKU Timur — Personel Polsek Madang Suku I melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk imbauan dan larangan bermain, mandi, serta berenang di Sungai Komering, pada Minggu (16/11/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kecelakaan tenggelam di wilayah Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur.
Pemasangan spanduk dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Bripka Bobi Juanda bersama anggota Polsek Madang Suku I. Spanduk dipasang di sejumlah titik permukiman warga dan sepanjang bantaran Sungai Komering yang dinilai rawan dan sering dijadikan lokasi aktivitas warga.
Bripka Bobi Juanda menyampaikan bahwa pemasangan spanduk ini merupakan langkah preventif agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya di sungai.
“Kami memberikan imbauan agar warga tidak bermain atau berenang di sungai, terutama anak-anak. Arus Sungai Komering tidak dapat diprediksi dan sangat berisiko,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi langsung kepada warga juga dilakukan agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami area mana saja yang berbahaya dan mengapa aktivitas tersebut harus dihindari,” jelasnya.
Pemasangan spanduk ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan tenggelam, memberikan informasi tentang area berbahaya, serta membantu menciptakan ketertiban di ruang publik. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan warga.
Sementara itu, Kapolsek Madang Suku I, Iptu Dodi Mardani, SH, MM, CPM, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya preventif terkait keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah rawan seperti sungai.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat dengan memberikan sosialisasi, imbauan, dan pemasangan tanda bahaya di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ungkap Kapolsek.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar sungai.
“Keselamatan warga adalah prioritas kami. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area berbahaya,” tegasnya. (Gie)















