BeritaPedia.news, OKU Timur – Menyambut peringatan Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2025, jajaran Pemerintah, TNI-Polri, Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, serta para pengurus pondok pesantren se-Kabupaten OKU Timur menggelar rapat koordinasi pemantapan. Kegiatan berlangsung pada Selasa (30/9/2025) di Pondok Pesantren Darussalam Tegal Rejo, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya.
Rapat dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dihadiri unsur Forkopimcam, perwakilan Polsek Madang Suku I, Kepala Desa Pelita Jaya, pengurus PCNU dan badan otonom NU, pengurus Forum Pondok Pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Hari Santri adalah milik kita semua. Di sini santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga membangun semangat kebangsaan dan persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Kapolsek Madang Suku I, IPTU A. Sugeng Bintoro menyampaikan komitmen penuh pihak kepolisian dalam mendukung jalannya kegiatan.
“Kapolsek Madang Suku I menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir secara langsung, namun beliau menitip pesan agar kita semua dapat bermusyawarah dengan baik. Polri siap mengamankan kegiatan Hari Santri dari awal hingga akhir agar berlangsung aman, lancar, dan kondusif,” tegas IPTU Sugeng.
Kepala Desa Pelita Jaya, Bejo, yang turut hadir juga menekankan dukungan penuh pemerintah desa terhadap perhelatan akbar ini.
“Kami bangga Desa Pelita Jaya dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga seluruh masyarakat dapat bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Rapat kemudian mencapai kesepakatan bahwa peringatan Hari Santri Nasional ke-10 di Kabupaten OKU Timur akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2025 dengan lokasi pusat kegiatan di Pondok Pesantren Darussalam Tegal Rejo, Desa Pelita Jaya. Diperkirakan sekitar 6.000 santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten OKU Timur akan hadir memeriahkan acara tersebut.
Kiyai H. Imam Tauhid, salah satu pengurus PCNU OKU Timur, mengapresiasi hasil koordinasi ini.
“Hari Santri adalah wujud penghormatan atas jasa ulama dan santri dalam perjuangan bangsa. Dengan jumlah santri yang begitu besar, kita berharap acara ini dapat menjadi syiar Islam yang damai sekaligus memperkuat ukhuwah,” jelasnya.
Kegiatan rapat ditutup sekitar pukul 12.10 WIB. Seluruh rangkaian berjalan lancar, aman, dan terkendali dengan pengamanan dari Polsek Madang Suku I sesuai surat perintah pengamanan yang telah diterbitkan.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak bertekad menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2025 agar menjadi momentum kebangkitan santri dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara. (Gie)














