Example 728x250
Hukum & Kriminal

Luar Biasa! Densus 88 Ringkus Enam Terduga Teroris di Lima Provinsi, Salah Satunya ASN Kemenag

658
×

Luar Biasa! Densus 88 Ringkus Enam Terduga Teroris di Lima Provinsi, Salah Satunya ASN Kemenag

Share this article

BeritaPedia.news, Jakarta — Upaya pemberantasan terorisme di tanah air kembali menunjukkan hasil signifikan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap enam orang terduga teroris dalam operasi yang berlangsung sejak 17 Juli hingga 5 Agustus 2025 di berbagai wilayah Indonesia.

Penangkapan dilakukan di lima provinsi, yakni Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Keenam individu yang diamankan diduga terafiliasi dengan kelompok ekstremis yang memiliki struktur dan peran terorganisir.

“Setiap tersangka memiliki posisi dan tanggung jawab masing-masing dalam organisasi yang mereka ikuti. Mulai dari pimpinan kelompok, pengelola keuangan, hingga dokumentasi internal,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers, Rabu (6/8/2025) di Jakarta.

Densus 88 menggelar operasi secara bertahap:

17 Juli 2025: UB diamankan di Berau, Kalimantan Timur. Ia diduga menjadi pimpinan kelompok. LA ditangkap di Toli‑Toli, Sulawesi Tengah, dengan peran sebagai pembina ideologi internal. Sementara MI, yang tertangkap di Depok, Jawa Barat, disebut sebagai anggota aktif.

18 Juli 2025: Penangkapan YK dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Ia memegang posisi penting sebagai kepala bidang dalam struktur organisasi teror tersebut.

5 Agustus 2025: ZA dan M ditangkap di Banda Aceh. ZA diketahui mengelola keuangan kelompok, sedangkan M bertugas menyimpan dokumen-dokumen sensitif.

Dalam operasi tersebut, Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas dan rencana kelompok, seperti dokumen perekrutan, perangkat elektronik, senjata tajam, paspor, buku rekening bank, dan bahkan tabung gas senjata jenis airsoft gun.

Yang mengejutkan, salah satu dari terduga pelaku disebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Informasi ini menjadi sorotan serius karena menandakan kemungkinan penyusupan ideologi radikal ke dalam institusi negara.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Bahwa infiltrasi ideologi ekstrem bisa terjadi di berbagai sektor, termasuk birokrasi,” kata Brigjen Trunoyudo menanggapi temuan tersebut.

Polri mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran radikalisme yang bisa terselubung di balik kegiatan sosial atau keagamaan.

“Tidak menutup kemungkinan aktivitas keagamaan dijadikan pintu masuk untuk merekrut anggota baru. Kami mengajak masyarakat agar tidak segan melapor jika menemukan kegiatan yang mencurigakan,” tegas Trunoyudo.

Operasi ini, lanjutnya, menjadi sinyal bahwa jaringan terorisme masih aktif dan terus mencari celah, bahkan di wilayah yang sebelumnya dianggap aman. “Keberadaan sel-sel teror masih nyata, dan kami akan terus bergerak memutus mata rantainya,” tutupnya. (*)

Sumber: Humas POLRI

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights