Example 728x250
Berita

Bupati OKU Timur dan Ketua Dekranasda Tampil Memukau di Sriwijaya Expo 2025, Angkat Kain Tenun Komering ke Panggung Nasional

905
×

Bupati OKU Timur dan Ketua Dekranasda Tampil Memukau di Sriwijaya Expo 2025, Angkat Kain Tenun Komering ke Panggung Nasional

Share this article

BeritaPedia.news, Palembang – Penampilan istimewa Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. atau yang akrab disapa Enos, bersama sang istri yang juga Ketua Dekranasda OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., berhasil mencuri perhatian publik saat pembukaan Sriwijaya Expo 2025 yang digelar di kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak, Palembang.

Berbalut busana rancangan desainer muda Putra Ramadhan yang memadukan kemegahan songket bidak tenun khas Komering, pasangan pemimpin daerah ini tampil percaya diri di atas catwalk. Keduanya bukan hanya sekadar berjalan, tetapi memperlihatkan komitmen kuat dalam mengangkat kearifan lokal ke level yang lebih tinggi.

“Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap pelestarian warisan budaya daerah, sekaligus mempromosikan karya para perajin lokal dari OKU Timur,” ujar Bupati Enos usai acara.

Menurut dr. Sheila, setiap karya yang ditampilkan bukan sekadar busana, melainkan narasi kebudayaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui ajang seperti ini, kita ingin masyarakat tahu bahwa kain tradisional adalah identitas. Ini adalah warisan yang harus kita banggakan dan terus kenalkan, terutama kepada generasi muda,” tutur dr. Sheila.

Acara pembukaan Sriwijaya Expo kali ini juga semakin semarak dengan kehadiran tamu kehormatan Ketua Dekranas Pusat, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas gelaran yang dinilai berhasil mengangkat kekayaan kain nusantara dan mempererat kecintaan masyarakat terhadap produk budaya daerah.

“Kain tradisional kita memiliki kekuatan identitas yang luar biasa. Saya berharap suatu saat nanti ada momentum di mana masyarakat luas, termasuk anak-anak sekolah dan pekerja, mengenakan songket dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk kecintaan pada budaya sendiri,” ungkap Selvi.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, juga menekankan bahwa kegiatan bertajuk Swarna Songket Nusantara ini merupakan langkah penting dalam menjaga eksistensi warisan budaya, khususnya bagi para perajin songket di wilayah Sumsel.

“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi menjadi tonggak penting yang akan dikenang oleh masyarakat Sumsel, terutama para pengrajin tradisional,” ujarnya.

Komitmen pelestarian budaya oleh Pemerintah Provinsi Sumsel telah lama diwujudkan melalui kebijakan nyata, termasuk lahirnya Peraturan Daerah yang mengatur penggunaan motif songket sebagai bagian dari ornamen bangunan di lingkungan pemerintahan.

Selain penampilan di catwalk, Kabupaten OKU Timur juga turut meramaikan pameran dengan membuka stan yang menampilkan berbagai hasil kriya unggulan. Di antaranya kain bidak, angkinan, ecoprint, jumputan, serta kerajinan berbahan dasar bambu, purun, dan batok kelapa. Produk-produk ini mencerminkan kekayaan seni dan kearifan lokal masyarakat OKU Timur.

Melalui partisipasi aktif di ajang Sriwijaya Expo, OKU Timur membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri kreatif yang berbasis budaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tapi juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan identitas yang membanggakan,” pungkas Bupati Enos. (*)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights