BeritaPedia.news, Cilodong – Komitmen Divisi Infanteri 1 Kostrad dalam membentuk prajurit yang tangguh dan berjiwa kesatria kembali dibuktikan melalui pelaksanaan Latihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer (PSM) tahun 2025 yang resmi dibuka pada Rabu (18/6), bertempat di Aula Prakasa, Markas Divif 1 Kostrad, Cilodong.
Kegiatan ini melibatkan prajurit dari berbagai satuan di jajaran Divif 1 Kostrad, dengan tujuan utama mencetak kader pelatih PSM yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan bela diri, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam pelatihan bela diri khas militer di satuannya masing-masing.
Pembukaan latihan dilakukan secara simbolis melalui penyematan tanda peserta oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Divif 1 Kostrad, Kolonel Inf Wira Muharromah, S.H., Psc., M.Han., yang hadir mewakili Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si.
Dalam amanat tertulis Pangdivif 1 Kostrad yang dibacakan oleh Kolonel Wira, disebutkan bahwa pencak silat militer bukan hanya seni bela diri, melainkan bagian integral dari pembinaan dasar prajurit.
“Latihan ini bukan semata-mata untuk meningkatkan kemampuan bertarung tanpa senjata, tetapi juga membentuk postur jasmani yang prima, menanamkan nilai-nilai kesatria, serta menyiapkan prajurit dalam situasi saat senjata tidak dapat digunakan,” ujar Kolonel Wira membacakan pesan Pangdivif.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa latihan PSM juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya bangsa melalui seni bela diri pencak silat yang merupakan warisan luhur nenek moyang.
“Divif 1 Kostrad ingin memastikan bahwa setiap prajurit tidak hanya siap tempur secara fisik dan mental, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa. Pencak silat adalah identitas kita yang harus terus diwariskan,” tambahnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan pelatih-pelatih yang kompeten dan mampu menyebarkan semangat juang serta kedisiplinan kepada seluruh jajaran prajurit Kostrad. Melalui program ini, Divif 1 Kostrad tidak hanya meningkatkan kesiapan tempur, tetapi juga membangun karakter prajurit yang militan dan berintegritas. (*)















