Example 728x250
Berita

Masyarakat Seberang Sungai Komering Madang Suku I Keluhkan Akses Jalan Utama Rusak Parah

659
×

Masyarakat Seberang Sungai Komering Madang Suku I Keluhkan Akses Jalan Utama Rusak Parah

Share this article

BeritaPedia.news , OKU Timur – Sebuah jeritan hati warga Seberang Sungai Komering, OKU Timur, kembali menggema di media sosial. Viral sejak 19 Mei 2025, unggahan dari akun Facebook @Tarmuji menyita perhatian warganet melalui tiga video yang menampilkan kondisi memprihatinkan akses jalan utama yang rusak parah.

Video tersebut menampilkan kendaraan pengangkut hasil panen warga yang terseok-seok melewati jalan penuh lumpur dan lubang. Disertai caption menyentuh berjudul “Tangisan Sebrang Komering“, Tarmuji menuliskan:

Nilai jual hasil bumi jadi murah karena kondisi jalan.
Beli material jadi mahal karena kondisi jalan.
Merujuk orang sakit ke rumah sakit terhambat karena kondisi jalan.
Kami mengetuk hati dan rasa.
Semoga ada yang peduli.
Gunung Terang, Mendayun, Agung Jati berharap konektivitas lancar.

Unggahan ini bukan hanya sekadar curhatan biasa, ini adalah jeritan kolektif ribuan warga yang selama bertahun-tahun menanti perubahan.

Menurut Feri, warga Desa Mendayun, jalan rusak yang terlihat dalam video adalah jalan utama yang menghubungkan Desa Kota Negara, Gunung Terang, dan Mendayun. “Ini satu-satunya akses utama kami. Mayoritas warga di sini adalah petani sawah. Setiap musim panen tiba, kami stres karena kesulitan mengangkut hasil pertanian. Jalan rusak membuat biaya angkut melonjak, nilai jual hasil panen pun turun,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Tidak hanya hasil panen, bahan bangunan pun turut terdampak. “Material jadi mahal karena truk tidak bisa lewat dengan mudah. Dan yang paling mengkhawatirkan, warga sakit pun kadang tak bisa segera dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari Syagita, seorang siswi asal Desa Agung Jati. Ia harus melewati jalan rusak setiap hari demi menempuh pendidikan. “Musim hujan becek dan licin, musim kemarau jalan jadi berdebu dan berlubang besar. Dari saya masuk SMA sampai hampir lulus, kondisi jalan tidak berubah,” ungkapnya sedih.

Warga Kecamatan Madang Suku I, Seberang Sungai Komering, mengaku tak ingin menyalahkan pemerintah. “Kami tahu perbaikan butuh proses. Tapi mohon, kami ini juga bagian dari Indonesia. Kami hanya ingin didengar dan diperhatikan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Postingan viral ini telah membuka mata banyak pihak, bahwa di balik megahnya pembangunan kota, masih ada daerah yang menanti jalan layak untuk hidup yang lebih baik. (Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights